News

NINE Amankan Opsi Akuisisi Tambang Mongolia Senilai $150 Juta, Perluas Jejak Bisnis Global

2 January 2026
16:35 WIB
NINE Amankan Opsi Akuisisi Tambang Mongolia Senilai $150 Juta, Perluas Jejak Bisnis Global
sumber gambar : kly.akamaized.net
PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), emiten yang dikenal dalam sektor teknologi, membuat gebrakan signifikan dengan mengamankan opsi akuisisi aset pertambangan di Mongolia. Langkah strategis ini menandai ekspansi besar NINE ke pasar internasional, sekaligus diversifikasi portofolio bisnisnya. Aset yang menjadi incaran adalah milik Poh Golden Ger Resources Pte Ltd, dengan nilai indikatif mencapai 150 juta Dolar Amerika Serikat. Kesepakatan ini memberikan NINE peluang emas untuk memasuki industri pertambangan global yang kaya potensi. Keputusan ini berpotensi mengubah lanskap bisnis perusahaan secara drastis dalam beberapa tahun ke depan, melampaui fokus teknologi intinya.

Aset pertambangan yang dibidik NINE merupakan bagian integral dari Poh Group, sebuah konglomerasi yang dikendalikan oleh pengusaha terkemuka, Mr. Poh Kay Ping. Poh Golden Ger Resources Pte Ltd, entitas di bawah Poh Group, diketahui mengelola dua konsesi tambang vital yang berlokasi di wilayah Mongolia. Lokasi persis dan jenis mineral yang terkandung dalam konsesi tersebut belum dirinci secara publik, namun potensinya dinilai sangat menjanjikan oleh tim manajemen NINE. Pengamanan opsi ini adalah langkah awal yang krusial menuju kepemilikan penuh atas hak penambangan tersebut di masa mendatang. Hal ini menunjukkan keseriusan NINE dalam menjajaki peluang di luar sektor inti teknologinya dengan sungguh-sungguh.

Keputusan NINE untuk merambah sektor pertambangan di Mongolia ini merefleksikan strategi diversifikasi bisnis yang agresif dan berani. Emiten teknologi ini nampaknya melihat peluang besar dalam industri sumber daya alam, khususnya di wilayah Asia Tengah yang dikenal kaya akan mineral. Diversifikasi ini diharapkan dapat menciptakan aliran pendapatan baru yang stabil dan mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja yang seringkali volatil. Selain itu, langkah ini juga akan memperkuat jejak NINE di kancah global, menjadikannya pemain yang lebih relevan dan memiliki cakupan bisnis yang lebih luas di pasar internasional. Potensi integrasi teknologi dalam operasional tambang di masa depan juga bisa menjadi nilai tambah yang signifikan.

Nilai indikatif untuk proyek akuisisi raksasa ini ditaksir mencapai 150 juta Dolar AS, sebuah angka yang menunjukkan skala ambisi dan kapasitas finansial NINE. Mengamankan "opsi" berarti NINE kini memiliki hak eksklusif untuk membeli aset tersebut dalam jangka waktu tertentu, sembari melakukan evaluasi lebih lanjut. Tahap selanjutnya kemungkinan besar akan melibatkan uji tuntas (due diligence) yang komprehensif untuk menilai kelayakan teknis, finansial, dan lingkungan dari kedua konsesi tambang secara mendalam. Setelah proses ini rampung, NINE baru akan memutuskan untuk melanjutkan atau tidak dengan transaksi akuisisi definitif yang mengikat. Proses ini memerlukan perencanaan dan analisis yang sangat matang dari tim manajemen NINE serta para ahli terkait.

Keputusan PT Techno9 Indonesia Tbk ini berpotensi menarik perhatian signifikan dari para investor, mengingat profil NINE sebagai perusahaan teknologi yang kini berekspansi ke sektor pertambangan. Pergerakan strategis ini bisa dipandang sebagai upaya cerdas untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam sekaligus menyebar risiko pasar di sektor teknologi yang sangat kompetitif dan dinamis. Keberanian NINE melangkah ke industri yang berbeda menunjukkan visi manajemen untuk mencari peluang pertumbuhan di berbagai lini dan sektor. Investor akan menantikan rincian lebih lanjut mengenai rencana bisnis dan potensi keuntungan dari investasi besar ini di masa depan. Hal ini juga akan menjadi tolok ukur penting bagi perusahaan teknologi lain yang mungkin mempertimbangkan diversifikasi serupa.

Mongolia dikenal luas sebagai negara yang kaya akan sumber daya mineral, termasuk tembaga, emas, batu bara, dan mineral langka lainnya yang sangat dicari pasar global. Sektor pertambangan merupakan tulang punggung ekonomi negara tersebut, menarik banyak investasi asing langsung dari berbagai belahan dunia. Dengan demikian, keputusan NINE untuk berinvestasi di sana menempatkan perusahaan ini di jantung salah satu pusat pertambangan dunia yang paling dinamis. Ketersediaan infrastruktur yang mendukung dan tenaga kerja yang terampil di Mongolia juga bisa menjadi faktor pendorong bagi kesuksesan NINE dalam proyek ini. Potensi cadangan mineral yang melimpah menjadi daya tarik utama bagi perusahaan-perusahaan global yang mencari peluang pertumbuhan jangka panjang.

Secara keseluruhan, pengamanan opsi akuisisi aset tambang di Mongolia senilai $150 juta ini adalah langkah monumental bagi PT Techno9 Indonesia Tbk. Ini bukan hanya sekadar ekspansi geografis, melainkan juga pergeseran strategis yang mendalam dalam model bisnis perusahaan, menandai evolusi dari entitas teknologi murni. NINE menunjukkan ambisinya yang besar untuk menjadi pemain yang lebih besar dan lebih beragam di panggung global, tidak terbatas pada satu industri saja. Keberhasilan implementasi akuisisi ini akan menjadi ujian penting bagi kemampuan manajemen NINE dalam mengelola proyek berskala besar di luar kompetensi intinya. Masa depan perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh keberanian dan ketepatan langkah ini di sektor yang sepenuhnya baru dan menantang.

Referensi: rmol.id