News

Harga Emas Antam Terkoreksi Tajam ke Rp2,94 Juta per Gram Usai Lonjakan Signifikan

18 February 2026
10:11 WIB
Harga Emas Antam Terkoreksi Tajam ke Rp2,94 Juta per Gram Usai Lonjakan Signifikan
sumber gambar : statik.tempo.co
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi signifikan pada Senin, 16 Februari 2026, setelah mencatat kenaikan tajam pada akhir pekan sebelumnya. Penurunan harga tercatat sebesar Rp14.000 per gram, membawa kembali harga jual emas Antam ke level Rp2.940.000 per gram. Fluktuasi ini menandai pergerakan dinamis di pasar logam mulia domestik yang seringkali dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan kondisi ekonomi makro. Para investor dan kolektor emas kini memantau ketat pergerakan ini untuk membuat keputusan investasi strategis mereka. Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar emas terhadap berbagai faktor eksternal.

Kenaikan harga emas pada akhir pekan lalu menjadi sorotan utama, menarik perhatian banyak pihak setelah sempat menyentuh rekor baru atau mendekati puncaknya. Analis pasar menduga lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan permintaan akan aset safe haven yang kuat. Pada saat itu, banyak investor cenderung mengalihkan portofolio mereka ke instrumen investasi yang dianggap lebih stabil seperti emas, sehingga mendorong harga naik signifikan. Kondisi ini sering terjadi ketika ada gejolak geopolitik atau rilis data ekonomi yang kurang menggembirakan dari negara-negara besar, mendorong investor mencari perlindungan nilai.

Koreksi harga pada awal pekan ini kemungkinan besar disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor setelah lonjakan harga sebelumnya. Selain itu, sentimen pasar global terhadap emas juga bisa memainkan peran penting, di mana adanya penguatan dolar AS atau optimisme terhadap prospek ekonomi global dapat mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai. Penurunan ini mungkin mencerminkan penyesuaian pasar terhadap fundamental yang ada, setelah euforia kenaikan akhir pekan mereda. Para pelaku pasar kini menganalisis apakah koreksi ini bersifat sementara atau merupakan awal dari tren penurunan yang lebih panjang.

Bagi calon pembeli, penurunan harga ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mengakumulasi aset logam mulia dengan harga yang lebih terjangkau setelah sempat melonjak. Namun, bagi sebagian investor yang baru saja membeli di puncak harga, koreksi ini mungkin menimbulkan kekhawatiran sementara mengenai nilai investasi mereka. Penting bagi konsumen untuk selalu mengikuti tren pasar dan melakukan riset mendalam sebelum melakukan transaksi pembelian atau penjualan. Keputusan investasi yang bijak selalu didasarkan pada analisis yang matang dan tidak terburu-buru mengikuti sentimen sesaat.

PT Aneka Tambang Tbk sebagai produsen emas batangan terbesar di Indonesia, memiliki peran krusial dalam menentukan dinamika pasar emas domestik. Perusahaan ini menawarkan berbagai ukuran emas batangan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, memudahkan investor dengan berbagai skala modal untuk berinvestasi. Fluktuasi harga yang dipublikasikan oleh Antam menjadi acuan utama bagi sebagian besar transaksi emas di Tanah Air, baik untuk tujuan investasi maupun koleksi. Ketersediaan dan keaslian produk Antam juga menjadi jaminan bagi para pembeli yang mencari logam mulia terpercaya, memperkuat posisinya di pasar.

Pergerakan harga emas seringkali berbanding lurus dengan perkembangan inflasi dan kebijakan suku bunga acuan bank sentral di berbagai negara. Ketika inflasi tinggi, daya beli uang cenderung menurun, sehingga banyak investor beralih ke emas sebagai penyimpan nilai yang stabil. Sebaliknya, kenaikan suku bunga dapat membuat aset berbasis bunga menjadi lebih menarik, yang berpotensi mengurangi permintaan terhadap emas. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak hanya memperhatikan harga harian tetapi juga menganalisis konteks ekonomi global dan kebijakan moneter yang sedang berjalan secara komprehensif.

Para analis pasar memprediksi bahwa volatilitas harga emas mungkin akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, mengingat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih membayangi. Namun, secara jangka panjang, emas masih dianggap sebagai aset investasi yang menarik, terutama sebagai diversifikasi portofolio dan pelindung terhadap inflasi. Investor dianjurkan untuk memiliki pandangan jangka panjang dan tidak panik menghadapi fluktuasi harian yang merupakan hal wajar dalam pasar komoditas. Konsensus umumnya adalah bahwa emas akan tetap relevan dalam portofolio investasi modern, meskipun dengan tantangan dan peluangnya sendiri.

Dengan demikian, koreksi harga emas Antam menjadi Rp2.940.000 per gram hari ini menunjukkan dinamika pasar yang terus berubah setelah lonjakan signifikan akhir pekan. Fenomena ini menggarisbawahi pentingnya bagi investor dan konsumen untuk senantiasa memantau informasi terkini dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan. Pasar logam mulia akan terus menjadi barometer penting bagi kondisi ekonomi, dengan harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan sentimen pasar. Oleh karena itu, kewaspadaan dan informasi yang akurat adalah kunci dalam menghadapi pergerakan harga emas.

Referensi: en.tempo.co