Warga Tangse Bergerak: Sisir Tambang Emas Ilegal di Jantung Taman Nasional Ulu Masen
2 January 2026
16:33 WIB
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
Puluhan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap lingkungan dengan menyisir lokasi tambang emas ilegal. Aksi proaktif ini berlangsung pada Sabtu (27/12/2025) di kawasan Hulu Sungai Krueng Inong, yang merupakan bagian vital dari Taman Nasional Ulu Masen. Kegiatan tersebut dipicu oleh kekhawatiran serius terhadap kerusakan ekologis yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan tanpa izin. Mereka bertekad mendokumentasikan sejauh mana dampak perusakan telah terjadi. Partisipasi aktif masyarakat ini menjadi simbol perlawanan terhadap eksploitasi alam yang merajalela.
Kawasan Taman Nasional Ulu Masen dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, mencakup hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan. Hulu Sungai Krueng Inong sendiri adalah nadi kehidupan bagi masyarakat sekitar, sumber air bersih, dan habitat penting bagi berbagai spesies endemik. Kerusakan di area ini tidak hanya mengancam ekosistem yang rentan, tetapi juga keberlanjutan hidup warga yang bergantung pada sungai tersebut. Kondisi geografis yang sulit dan terpencil seringkali menjadi tantangan dalam pengawasan dan penegakan hukum.
Aktivitas tambang emas ilegal secara masif menggunakan alat berat dan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida, yang memiliki daya rusak fatal terhadap lingkungan. Penggunaan bahan-bahan tersebut menyebabkan pencemaran air sungai secara permanen, membunuh biota air, dan meracuni tanah di sekitarnya. Selain itu, pembukaan lahan hutan untuk penambangan memicu deforestasi, erosi tanah, dan risiko bencana alam seperti banjir bandang serta tanah longsor yang mengancam pemukiman warga. Dampak jangka panjangnya akan dirasakan oleh generasi mendatang, merampas warisan alam yang tak ternilai harganya.
Motivasi utama warga Tangse melakukan penyisiran ini adalah desakan nurani untuk melindungi lingkungan mereka sendiri setelah melihat minimnya tindakan nyata dari pihak berwenang. Mereka merasa bertanggung jawab menjaga kelestarian alam dan sumber daya air yang menjadi tumpuan hidup. Aksi ini juga menjadi bentuk protes keras dan permintaan mendesak agar pemerintah serta aparat penegak hukum segera bertindak tegas. Kekhawatiran akan masa depan anak cucu menjadi dorongan kuat bagi warga untuk bergerak menghentikan praktik ilegal yang merusak.
Selama penyisiran, warga diduga mengumpulkan bukti-bukti visual dan data terkait skala kerusakan serta keberadaan alat-alat penambangan. Mereka menempuh medan yang cukup sulit dan berbahaya untuk mencapai lokasi tambang yang tersembunyi jauh di dalam hutan. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi amunisi kuat untuk menuntut perhatian dan penindakan serius dari pihak berwenang. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya edukasi bagi masyarakat luas tentang bahaya tambang ilegal dan pentingnya partisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan.
Masyarakat Tangse berharap aksi mereka dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan operasi penertiban secara rutin dan berkelanjutan. Penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku dan pemodal tambang ilegal adalah kunci untuk menghentikan praktik perusakan ini. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat sangat dibutuhkan untuk merumuskan solusi komprehensif. Perlindungan Taman Nasional Ulu Masen adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda lagi demi keberlanjutan ekosistem.
Isu tambang ilegal di kawasan konservasi bukanlah fenomena baru di Indonesia, namun selalu menghadirkan tantangan tersendiri dalam penanganannya. Faktor ekonomi seringkali menjadi pemicu, mendorong sebagian pihak untuk mengambil jalan pintas tanpa mempedulikan dampak lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, selain penegakan hukum, diperlukan pula solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar agar tidak terjerumus dalam aktivitas ilegal. Pemerintah perlu menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kedaulatan lingkungan dan menjamin perlindungan terhadap warisan alam yang berharga.
Keberanian warga Tangse untuk turun langsung ke lokasi tambang ilegal menjadi alarm keras bagi semua pihak. Ini adalah panggilan darurat untuk menyelamatkan Taman Nasional Ulu Masen dari kehancuran yang tak terpulihkan. Masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada tindakan cepat dan konkret dari pihak berwenang. Komitmen kolektif untuk menjaga kelestarian alam adalah investasi terbaik demi keberlanjutan kehidupan di bumi Aceh.