News
Ekonomi Kreatif Kokoh Jadi Pilar Baru PDB Nasional, Ungguli Pertumbuhan Ekonomi Umum
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
Sektor ekonomi kreatif di Indonesia telah membuktikan diri sebagai kekuatan pendorong ekonomi yang signifikan, mencatatkan kontribusi sebesar Rp1.611,2 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sepanjang tahun 2024. Angka impresif ini merepresentasikan 7,28% dari total PDB negara, menegaskan perannya yang semakin vital dalam struktur perekonomian. Keberhasilan sektor ini menjadi sorotan utama karena laju pertumbuhannya yang melampaui pertumbuhan PDB nasional secara keseluruhan, yang tercatat sebesar 5,03% pada periode yang sama. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi indikasi kuat bahwa ekonomi kreatif kini menjelma menjadi 'tambang baru' PDB, membuka prospek cerah bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Tanah Air.
Performa luar biasa ekonomi kreatif ini menandakan pergeseran paradigma dalam pencarian sumber pertumbuhan ekonomi. Di tengah dinamika global dan tantangan ekonomi, sektor yang didorong oleh inovasi, kreativitas, dan kekayaan budaya ini mampu menunjukkan resiliensi dan adaptabilitas tinggi. Kontribusi signifikan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan juga cerminan dari geliat aktivitas para pelaku usaha, inovator, dan seniman di berbagai subsektor. Potensi besar ini kini diakui sebagai salah satu mesin penggerak utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif di masa mendatang.
Melampaui pertumbuhan PDB nasional menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki daya dorong internal yang kuat dan tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi ekonomi makro tertentu. Berbagai subsektor seperti kuliner, fesyen, kriya, aplikasi dan pengembangan gim, hingga film dan animasi, terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Fenomena ini membuktikan bahwa investasi pada talenta, ide, dan infrastruktur kreatif mampu menghasilkan nilai ekonomi yang berlipat ganda. Para pelaku industri kreatif semakin lincah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Teuku Riefky Harsya, seorang pengamat ekonomi dan kebijakan publik, menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan potensi ini. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari ekosistem yang kondusif, termasuk kebijakan yang mendukung inovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif. Beliau menambahkan bahwa sinergi antara akademisi, pebisnis, komunitas, dan pemerintah (ABCGM) menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang subur bagi pertumbuhan ekonomi kreatif yang lebih masif.
Ekonomi kreatif juga memiliki dampak sosial yang multidimensional, melampaui sekadar angka PDB. Sektor ini menjadi ladang penciptaan lapangan kerja yang signifikan, terutama bagi generasi muda dan talenta-talenta baru di berbagai daerah. Ini tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga memicu semangat kewirausahaan dan inovasi di kalangan masyarakat. Dengan semakin kokohnya fondasi ekonomi kreatif, Indonesia berpotensi besar untuk meningkatkan daya saing globalnya, khususnya dalam industri yang berbasis nilai tambah dan keunikan budaya.
Melihat tren positif ini, proyeksi untuk tahun-tahun berikutnya menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi sektor ekonomi kreatif. Pemerintah diharapkan terus memperkuat kebijakan yang pro-kreativitas, termasuk dalam hal pengembangan sumber daya manusia, fasilitasi pameran dan pasar internasional, serta perlindungan terhadap produk-produk kreatif lokal. Optimalisasi potensi ekonomi kreatif akan memastikan Indonesia tidak hanya menjadi produsen barang mentah, tetapi juga eksportir ide, karya, dan inovasi yang memiliki nilai jual tinggi di pasar global.
Secara keseluruhan, kontribusi ekonomi kreatif pada PDB nasional di tahun 2024 membuktikan bahwa sektor ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama dan 'tambang baru' pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan laju pertumbuhan yang melampaui ekonomi makro, sektor ini menjanjikan masa depan cerah bagi perekonomian nasional. Peningkatan perhatian dan dukungan konsisten akan mempercepat realisasi potensi penuh ekonomi kreatif sebagai lokomotif kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Referensi:
mediaindonesia.com