Susno Duadji: Presiden Prabowo Miliki Daftar Jenderal Terlibat Tambang Ilegal dan Beri Peringatan
11 February 2026
15:05 WIB
sumber gambar : img.inews.co.id
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah jenderal dalam praktik tambang ilegal di Indonesia.
Menurut Susno, Presiden Prabowo Subianto telah memiliki daftar nama-nama jenderal yang diduga terlibat dalam aktivitas merugikan negara tersebut. Pernyataan ini sontak menarik perhatian publik dan memicu spekulasi mengenai langkah pemerintah ke depan. Susno menambahkan bahwa Presiden Prabowo, untuk saat ini, memilih pendekatan yang bijaksana dengan memberikan peringatan terlebih dahulu kepada para oknum yang terlibat, menunjukkan adanya kesempatan untuk perbaikan.
Susno Duadji secara eksplisit menyebutkan bahwa informasi mengenai daftar nama tersebut sudah berada di tangan Presiden. Ia menekankan bahwa sikap Prabowo yang masih memberikan peringatan adalah bentuk kebaikan hati dan kesempatan bagi para jenderal yang disebut-sebut agar segera menghentikan praktik ilegalnya. Hal ini mengindikasikan bahwa data yang dimiliki Presiden cukup konkret dan bukan sekadar desas-desus. Publik menanti respons dan tindakan nyata yang akan diambil pemerintah setelah adanya pengungkapan ini.
Praktik tambang ilegal sendiri merupakan masalah kronis yang telah lama merugikan negara, baik dari segi finansial maupun lingkungan. Kehilangan potensi penerimaan negara dari pajak dan royalti, kerusakan ekosistem yang parah, hingga konflik sosial kerap menjadi dampak langsung dari aktivitas ilegal ini. Keterlibatan oknum-oknum berwenang, apalagi sekelas jenderal, tentu memperkeruh situasi dan menodai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum serta militer.
Pengungkapan oleh Susno Duadji ini menyoroti komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam memberantas praktik korupsi dan mafia sumber daya alam. Diharapkan, peringatan yang disebutkan Susno bukan menjadi akhir dari penanganan kasus, melainkan sebagai langkah awal untuk penegakan hukum yang lebih tegas. Integritas dan transparansi menjadi kunci penting dalam menyelesaikan persoalan tambang ilegal yang telah mengakar dan melibatkan banyak pihak, termasuk figur-figur penting di balik layar.
Masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap pemerintahan baru untuk menciptakan tata kelola pertambangan yang bersih dan berkeadilan. Jika benar daftar nama tersebut ada, maka ini adalah momentum krusial bagi Presiden Prabowo untuk membuktikan keseriusannya dalam membersihkan birokrasi dan institusi negara dari praktik-praktik tercela. Tindakan tegas tanpa pandang bulu akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan supremasi hukum di Indonesia.
Langkah-langkah yang mungkin diambil pasca-peringatan dapat bervariasi, mulai dari evaluasi internal, pemindahan tugas, hingga sanksi hukum yang lebih berat jika peringatan diabaikan. Penting bagi pemerintah untuk mengkomunikasikan secara transparan progres penanganan masalah ini kepada publik. Dengan demikian, akuntabilitas dapat terjaga dan potensi munculnya spekulasi liar dapat diminimalisir, memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan sesuai koridor yang semestinya.
Oleh karena itu, pernyataan Susno Duadji ini patut menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait. Penanganan kasus tambang ilegal, terutama yang melibatkan oknum berwenang, harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif. Diharapkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menunjukkan ketegasan dan komitmennya dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia, serta menegakkan keadilan tanpa toleransi terhadap praktik ilegal yang merugikan bangsa dan negara.