News

Susno Duadji Klaim Prabowo Pegang Daftar Jenderal Terlibat Tambang Ilegal

11 February 2026
15:05 WIB
Susno Duadji Klaim Prabowo Pegang Daftar Jenderal Terlibat Tambang Ilegal
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, melontarkan pernyataan mengejutkan yang berpotensi memicu gejolak baru dalam peta politik dan penegakan hukum di Indonesia. Dalam sebuah kesempatan publik pada Selasa (10/2/2026), Susno Duadji secara eksplisit menyebut bahwa Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, saat ini telah mengantongi daftar nama sejumlah jenderal aktif maupun purnawirawan yang diduga terlibat dalam praktik penambangan ilegal. Klaim ini sontak menjadi sorotan tajam, mengingat posisi Prabowo sebagai pejabat tinggi negara dan sensitivitas isu yang menyangkut integritas institusi militer serta sumber daya alam nasional. Pernyataan tersebut tentu menuntut kejelasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, demi menjaga kepercayaan publik terhadap aparatur negara.

Pernyataan Susno Duadji bukanlah tanpa bobot, mengingat rekam jejaknya sebagai mantan petinggi Polri yang akrab dengan seluk-beluk investigasi dan penegakan hukum. Ia mengemukakan informasi ini sebagai bagian dari diskusinya mengenai maraknya praktik tambang ilegal yang terus merugikan negara dan lingkungan. Keterlibatan oknum jenderal dalam aktivitas ilegal ini, jika terbukti benar, akan menjadi pukulan telak bagi upaya pemberantasan korupsi dan mafia tambang yang selama ini gencar disuarakan pemerintah. Dugaan ini menambah daftar panjang persoalan yang harus dihadapi dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia, serta menyoroti kemungkinan adanya jaringan kuat di balik kejahatan tersebut.

Praktik penambangan ilegal telah lama menjadi kanker bagi perekonomian negara, menyebabkan kerugian triliunan rupiah dari sektor pajak dan royalti yang tidak terpungut. Lebih jauh, dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas ini sangat masif, mulai dari deforestasi, pencemaran air, hingga kerusakan ekosistem yang sulit diperbaiki. Keterlibatan individu dengan pangkat tinggi dari institusi militer dalam skema ini akan memperparah situasi, menciptakan benteng impunitas yang sulit ditembus oleh penegak hukum. Hal ini juga dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Menanggapi klaim ini, desakan publik untuk segera melakukan verifikasi dan tindakan nyata semakin menguat. Jika benar Prabowo Subianto memiliki daftar nama tersebut, langkah selanjutnya yang diambil akan menjadi penentu komitmen pemerintah dalam memberantas praktik culas ini. Transparansi dalam penanganan isu sensitif semacam ini sangat krusial, guna menghindari spekulasi dan menjaga akuntabilitas pejabat publik. Masyarakat berharap agar informasi ini tidak hanya berhenti sebagai sebuah pernyataan, melainkan menjadi pemicu untuk pengusutan tuntas dan penindakan tegas terhadap siapapun yang terbukti terlibat.

Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto memiliki posisi strategis untuk menanggapi tudingan ini, baik dengan melakukan konfirmasi, membantah, maupun memulai penyelidikan internal. Keberadaan daftar nama jenderal yang disebut Susno Duadji menempatkan beban moral dan politik yang besar di pundak Prabowo. Kepemilikan informasi sepenting itu menuntut sebuah respons yang cepat dan berani demi menjaga nama baik institusi militer dan pemerintahan secara keseluruhan. Publik akan menanti langkah konkret dari Prabowo, apakah ia akan membuka informasi tersebut atau menyerahkannya kepada lembaga penegak hukum yang berwenang untuk ditindaklanjuti.

Kasus dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam tambang ilegal bukanlah isu baru dalam lanskap penegakan hukum Indonesia, meskipun klaim spesifik ini cukup mencengangkan. Sejak lama, berbagai pihak telah menyoroti kesulitan dalam menindak mafia tambang yang seringkali diduga memiliki bekingan dari aparat. Isu ini seringkali menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang, karena melibatkan jaringan yang kompleks dan kekuatan finansial yang besar. Oleh karena itu, klaim dari Susno Duadji ini dapat menjadi momentum penting untuk membongkar tuntas akar masalah yang selama ini menghambat pemberantasan praktik ilegal di sektor pertambangan.

Pernyataan Susno Duadji ini dipastikan akan memicu gelombang perdebatan dan tuntutan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi non-pemerintah, aktivis lingkungan, dan pegiat antikorupsi. Tekanan politik juga kemungkinan akan meningkat, dengan berbagai fraksi di parlemen atau kelompok kepentingan lain yang menuntut klarifikasi serta tindakan tegas. Isu ini dapat menjadi barometer sejauh mana komitmen pemerintah dan para pemimpinnya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Seluruh mata kini tertuju pada respons yang akan diberikan oleh Prabowo Subianto serta institusi terkait lainnya.

Secara keseluruhan, klaim Susno Duadji mengenai daftar jenderal yang terlibat tambang ilegal yang dipegang oleh Prabowo Subianto merupakan isu serius yang tidak bisa diabaikan. Ini bukan sekadar tudingan ringan, melainkan sebuah sinyal peringatan tentang adanya praktik kotor yang melibatkan figur-figur penting di balik layar. Penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah proaktif dalam menanggapi informasi ini, melakukan penyelidikan yang transparan, dan menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti kebenarannya. Hanya dengan tindakan nyata dan komitmen yang kuat, kepercayaan publik dapat terjaga serta kedaulatan sumber daya alam Indonesia dapat dilindungi dari tangan-tangan jahat.

Referensi: kaltim.tribunnews.com