Setahun Kepemimpinan Iqbal-Dinda: NTB Catat Penurunan Signifikan Kemiskinan dan Ketimpangan
23 February 2026
08:24 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan isu kemiskinan dan ketimpangan ekonomi selama satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri, atau yang akrab disebut Iqbal-Dinda. Data menunjukkan bahwa berbagai program strategis yang diimplementasikan pemerintah provinsi berhasil menekan angka kemiskinan secara substansial. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah NTB. Fokus utama tidak hanya pada penurunan angka, tetapi juga pada pemerataan akses dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Keberhasilan ini menyoroti efektivitas pendekatan yang holistik dalam pembangunan daerah.
Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, pemerintahan Iqbal-Dinda dilaporkan telah meluncurkan serangkaian program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lokal. Program-program tersebut mencakup dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda dan kelompok rentan, serta fasilitasi akses permodalan yang lebih mudah. Sektor pertanian dan perikanan, sebagai tulang punggung ekonomi NTB, juga mendapatkan perhatian khusus melalui subsidi pupuk, pendampingan petani, dan peningkatan kualitas produk. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan rumah tangga secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi juga memperkuat jaring pengaman sosial untuk melindungi warga yang paling membutuhkan dari guncangan ekonomi.
Tidak hanya fokus pada penurunan kemiskinan, visi kepemimpinan Iqbal-Dinda juga sangat menonjol dalam upaya pemerataan pembangunan dan menekan ketimpangan. Pemerintah telah mengarahkan investasi infrastruktur ke wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal dan kurang terjamah, termasuk pembangunan jalan, jembatan, serta peningkatan akses air bersih dan listrik. Program pemerataan ini bertujuan untuk mengurangi disparitas antarwilayah dan memastikan bahwa setiap warga NTB memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hasil pembangunan. Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil juga menjadi prioritas, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh pelosok provinsi. Upaya kolektif ini merupakan cerminan komitmen kuat terhadap inklusivitas pembangunan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan terencana yang memadukan kebijakan makro dengan intervensi mikro di tingkat desa. Pemerintah provinsi secara aktif melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat adat, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta, dalam perencanaan dan implementasi program. Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan juga menjadi kunci dalam memastikan setiap anggaran pembangunan dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Pemantauan dan evaluasi berkala terhadap program-program tersebut dilakukan untuk menjamin dampak positif yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah turut berkontribusi pada capaian positif ini.
Penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan yang dicapai dalam satu tahun ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan pemerintahan Iqbal-Dinda telah berada di jalur yang tepat. Meskipun belum ada rincian angka pasti yang dirilis, indikasi kemajuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat NTB akan masa depan yang lebih sejahtera dan adil. Komitmen untuk terus melanjutkan dan memperkuat program-program pro-rakyat ini menjadi prioritas utama ke depan. Tantangan ke depan tentu masih banyak, namun fondasi yang kuat telah diletakkan untuk pembangunan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan terus berpartisipasi aktif mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah.
Dengan capaian positif di tahun pertama ini, pemerintahan Iqbal-Dinda kini diharapkan dapat mempertahankan momentum dan terus berinovasi dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks di masa mendatang. Fokus pada pembangunan berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan juga akan menjadi kunci dalam menjaga resiliensi ekonomi NTB. Langkah-langkah strategis untuk menarik investasi yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi produk-produk lokal juga terus digalakkan. Ini adalah bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan NTB sebagai provinsi yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Keseluruhan upaya ini menunjukkan dedikasi pemerintah daerah terhadap kesejahteraan rakyatnya.