News
Pemerintah Tingkatkan Peran Ekonomi Kreatif sebagai Lokomotif Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
29 December 2025
13:20 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
JAKARTA, 23 Desember 2025 – Pemerintah Indonesia secara resmi mengukuhkan komitmennya untuk menempatkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai pilar utama dan energi baru penggerak ekonomi nasional. Pernyataan strategis ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, menegaskan visi jangka panjang pemerintah dalam mendiversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi tingkat nasional yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Menteri Riefky menekankan bahwa potensi ekraf yang masif siap dioptimalkan demi kemajuan ekonomi bangsa. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing global.
Sektor ekonomi kreatif telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, berkontribusi substansial terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Dengan kekayaan budaya, talenta muda yang melimpah, serta adaptasi terhadap teknologi digital, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan ekraf sebagai kekuatan ekonomi yang dominan. Kontribusi sektor ini meliputi subsektor seperti kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, game, musik, film, dan desain yang terus berkembang pesat. Pemerintah melihat ekraf bukan hanya sebagai penyedia lapangan kerja, tetapi juga sebagai motor inovasi dan ekspresi budaya bangsa. Peningkatan peran ekraf juga sejalan dengan tren global di mana negara-negara maju semakin mengandalkan sektor non-konvensional untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi ini, Kementerian Ekonomi Kreatif tengah menyusun dan mengimplementasikan strategi komprehensif yang terintegrasi dengan program pembangunan nasional "Asta Cita". Strategi tersebut mencakup penguatan ekosistem ekraf melalui dukungan permodalan, fasilitasi akses pasar baik domestik maupun internasional, serta perlindungan kekayaan intelektual (KI). Selain itu, pemerintah juga berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia kreatif melalui pendidikan, pelatihan, dan inkubasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri. Infrastruktur digital yang memadai juga menjadi prioritas untuk memastikan pelaku ekraf dapat berinovasi dan berkolaborasi secara efektif. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan keberlanjutan sektor ekraf di seluruh pelosok negeri.
Menteri Teuku Riefky Harsya secara aktif memimpin upaya kolaborasi lintas sektor, menggandeng kementerian/lembaga terkait, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kreatif. Beliau mengungkapkan bahwa sinergi adalah kunci untuk membuka potensi penuh ekraf yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal. Beberapa inisiatif konkret yang sedang digalakkan antara lain program "Ekraf Unggul Digital" untuk mendorong digitalisasi produk dan layanan, serta "Gerakan Inovasi Daerah" guna mengangkat potensi kreatif lokal. Kemitraan strategis dengan platform e-commerce dan investor juga terus diupayakan untuk memperluas jangkauan pasar dan kapasitas produksi. Dukungan penuh dari pimpinan negara turut menjadi semangat bagi kementerian untuk terus berinovasi.
Pemerintah memproyeksikan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif ini akan memberikan dampak multipel terhadap perekonomian nasional. Diperkirakan kontribusi ekraf terhadap PDB akan terus meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan, melampaui angka dua digit. Selain itu, sektor ini diharapkan mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru, khususnya dari kalangan generasi muda yang memiliki jiwa inovatif dan adaptif. Diversifikasi ekonomi yang didorong oleh ekraf juga akan mengurangi ketergantungan pada sektor tradisional, menciptakan ekonomi yang lebih tangguh terhadap gejolak global. Peningkatan kualitas produk dan layanan ekraf Indonesia juga akan memperkuat citra bangsa di kancah internasional.
Dengan komitmen kuat pemerintah dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sektor ekonomi kreatif diyakini akan menjadi lokomotif baru yang membawa Indonesia menuju kemakmuran dan keberlanjutan ekonomi. Penegasan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah rencana strategis yang diimplementasikan dengan serius dan terukur. Menteri Riefky menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa Indonesia akan mampu menjadi pusat kekuatan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara, bahkan dunia. Melalui inovasi, kolaborasi, dan dukungan kebijakan yang tepat, masa depan ekonomi kreatif Indonesia tampak semakin cerah. Transformasi ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
Referensi:
www.tribunnews.com