News

Optimisme IHSG 10.000: Strategi 'Follow The Money' Rekomendasikan Sektor Properti & Tambang

13 January 2026
13:29 WIB
Optimisme IHSG 10.000: Strategi 'Follow The Money' Rekomendasikan Sektor Properti & Tambang
foto.kontan.co.id
Menteri Keuangan Republik Indonesia hari ini menyatakan keyakinan kuat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mampu menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini, mencerminkan prospek ekonomi domestik yang cerah. Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan utama di kalangan investor dan pelaku pasar modal, memicu perbincangan mengenai sektor-sektor potensial yang akan menjadi motor penggerak kenaikan indeks. Sejalan dengan optimisme pemerintah, sejumlah analis investasi, termasuk dari IPOT, merekomendasikan strategi 'follow the money' untuk mengidentifikasi peluang terbaik. Pendekatan ini secara spesifik menyoroti sektor properti dan pertambangan sebagai dua area yang menunjukkan sinyal beli kuat. Kondisi makroekonomi yang stabil dan kebijakan pro-pertumbuhan menjadi fondasi utama proyeksi positif ini.

Proyeksi ambisius dari pucuk pimpinan Kementerian Keuangan ini didasari oleh fundamental ekonomi makro yang diperkirakan tetap solid sepanjang tahun 2026. Stabilitas inflasi, pertumbuhan konsumsi domestik yang berkelanjutan, serta komitmen pemerintah terhadap percepatan proyek infrastruktur menjadi beberapa faktor pendorong utama. Selain itu, kondisi geopolitik yang relatif kondusif dan harga komoditas global yang stabil turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Kepercayaan pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan minat investor asing maupun domestik untuk lebih aktif berinvestasi di pasar modal Indonesia, terutama pada saham-saham dengan prospek kinerja yang menjanjikan. Ini merupakan sinyal kuat bagi kepercayaan investor.

Strategi 'follow the money' merupakan metode investasi yang berfokus pada pelacakan pergerakan dana besar, umumnya dari investor institusi atau 'smart money', yang dinilai memiliki informasi dan analisis lebih mendalam. Konsep dasarnya adalah mengikuti jejak para pelaku pasar yang berpengalaman untuk mengidentifikasi saham-saham yang sedang diakumulasi atau didistribusi. IPOT, salah satu platform investasi terkemuka, memanfaatkan pendekatan ini untuk menyaring saham-saham yang secara teknikal dan fundamental menunjukkan sinyal kuat. Dengan memantau arus kas institusional, investor dapat memperoleh gambaran awal mengenai potensi pergerakan harga saham di masa mendatang. Strategi ini membantu investor retail untuk mengambil keputusan yang lebih terinformasi berdasarkan tren pasar yang lebih besar.

Sektor properti, sebagai salah satu target utama strategi 'follow the money', diyakini akan mengalami kebangkitan signifikan pada tahun ini. Pemulihan ekonomi pasca-pandemi telah mendorong peningkatan daya beli masyarakat dan kebutuhan akan hunian serta ruang komersial. Kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan, seperti insentif pajak dan kemudahan perizinan, juga diharapkan memberikan dorongan ekstra bagi pengembang. Penurunan suku bunga acuan yang potensial atau setidaknya stabilisasi suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) akan semakin merangsang permintaan. Dengan demikian, perusahaan properti yang memiliki land bank strategis dan proyek-proyek inovatif berpeluang besar untuk mencatatkan kinerja positif.

Sementara itu, sektor pertambangan juga menarik perhatian investor berkat tren harga komoditas global yang menguntungkan dan permintaan yang terus meningkat. Transisi energi menuju sumber daya yang lebih bersih menciptakan peluang besar bagi komoditas mineral esensial seperti nikel, tembaga, dan timah yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan teknologi hijau. Permintaan dari negara-negara industri maju serta geliat manufaktur di Tiongkok dan India turut menjaga stabilitas harga komoditas. Perusahaan tambang dengan cadangan besar dan efisiensi operasional tinggi akan menjadi pilihan utama bagi investor yang mengincar keuntungan dari fluktuasi harga komoditas. Kebijakan hilirisasi pemerintah juga memberikan nilai tambah bagi sektor ini, mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri.

Meskipun prospek kedua sektor ini tampak menjanjikan, investor tetap disarankan untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Fluktuasi harga komoditas global, perubahan regulasi pemerintah, serta kondisi makroekonomi global dapat mempengaruhi kinerja saham-saham terkait. Diversifikasi portofolio dan pemahaman risiko adalah kunci untuk mengelola investasi di pasar modal yang dinamis. Penting bagi investor untuk tidak hanya terpaku pada sinyal beli, melainkan juga mempertimbangkan valuasi saham, kesehatan finansial perusahaan, serta potensi pertumbuhan jangka panjang. Pendekatan hati-hati akan membantu memitigasi risiko di tengah ekspektasi positif pasar.

Secara keseluruhan, optimisme Menteri Keuangan terhadap pencapaian IHSG 10.000 menjadi angin segar bagi pasar modal Indonesia pada tahun 2026 ini. Strategi 'follow the money' yang menyoroti sektor properti dan pertambangan menawarkan panduan bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan. Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan dukungan kebijakan pemerintah, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif penggerak indeks. Namun, kewaspadaan dan riset mandiri tetap menjadi pilar utama dalam merumuskan strategi investasi yang sukses. Investor diharapkan terus memantau perkembangan pasar dan data ekonomi untuk memaksimalkan potensi keuntungan.

Referensi: investasi.kontan.co.id