News

Misteri Penemuan Mayat Pria di Kali Ciliwung: Polisi Selidiki Identitas dan Penyebab Kematian

25 February 2026
10:24 WIB
Misteri Penemuan Mayat Pria di Kali Ciliwung: Polisi Selidiki Identitas dan Penyebab Kematian
sumber gambar : img.antaranews.com
Kepolisian Resor Jakarta Selatan telah memulai penyelidikan intensif menyusul penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di aliran Kali Ciliwung, tepatnya di kawasan Jalan Tanjung Barat Blok Buni RT 09/RW 01.

Penemuan yang mengejutkan warga setempat pada Selasa, 24 Februari 2026, ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk tindakan lebih lanjut. Aparat kepolisian langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasus ini kini menjadi prioritas utama untuk mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya yang masih misterius. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian diharapkan dapat memberikan informasi yang mungkin relevan untuk membantu proses penyelidikan.

Menurut keterangan awal dari saksi mata yang enggan disebut namanya, mayat tersebut pertama kali terlihat mengambang oleh warga yang melintas di tepi kali pada pagi hari. Pemandangan yang tidak lazim ini sontak menarik perhatian dan memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Petugas kepolisian dari Polsek Jagakarsa dan Polres Jakarta Selatan segera tiba di lokasi untuk mengamankan area penemuan. Garis polisi dipasang guna memastikan keaslian TKP tidak terganggu oleh kerumunan warga yang mulai berdatangan. Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan hati-hati oleh tim identifikasi dibantu oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dari Polres Jakarta Selatan telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan untuk mencari petunjuk. Setiap detail kecil, mulai dari kondisi jenazah hingga lingkungan sekitar kali, dicatat dengan cermat sebagai bahan analisis. Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses autopsi. Prosedur autopsi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kematian, apakah karena kekerasan, tenggelam, atau faktor lain. Identitas korban masih menjadi teka-teki, mengingat tidak ditemukan kartu identitas pada tubuh mayat.

Penemuan mayat ini telah menimbulkan keresahan di kalangan warga Tanjung Barat. Beberapa warga mengungkapkan keprihatinan mereka akan keamanan lingkungan menyusul insiden tragis ini. Ketua RT setempat, Bapak Ahmad Suryanto (nama ilustrasi), mengimbau warganya untuk tetap tenang dan kooperatif dengan pihak kepolisian. Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap hal mencurigakan kepada aparat. Kejadian serupa, meskipun jarang terjadi di area tersebut, selalu meninggalkan trauma dan pertanyaan besar bagi komunitas.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi (nama ilustrasi), dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk menguak misteri di balik penemuan mayat ini. Unit Reserse Kriminal telah ditugaskan untuk menyisir laporan orang hilang di wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tertentu atau memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan ini, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat," ujar Kombes Ade. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini secepat mungkin demi memberikan keadilan bagi korban dan ketenangan bagi masyarakat.

Penyelidikan kasus penemuan mayat di aliran sungai seperti Kali Ciliwung seringkali menghadapi tantangan tersendiri. Arus sungai dapat membawa jenazah dari lokasi awal kejadian, mempersulit penentuan TKP yang sebenarnya. Selain itu, kondisi jenazah yang telah terpapar air dalam waktu tertentu juga dapat mempersulit proses identifikasi dan penentuan penyebab kematian yang akurat. Tim forensik harus bekerja ekstra teliti untuk mengumpulkan setiap bukti yang mungkin sudah terhapus atau berubah akibat lingkungan perairan. Oleh karena itu, setiap petunjuk sekecil apapun dari masyarakat sangat berarti dalam merangkai puzzle kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berjalan intensif. Petugas gabungan dari berbagai unit kepolisian terus berupaya mengumpulkan informasi dan bukti-bukti relevan. Hasil autopsi yang akan segera keluar diharapkan dapat menjadi titik terang pertama dalam kasus ini. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang. Kepolisian berjanji akan memberikan informasi terbaru kepada publik seiring dengan perkembangan penyelidikan yang signifikan. Kejelasan atas insiden tragis ini adalah prioritas utama bagi aparat penegak hukum.

Referensi: www.antaranews.com