News

Kalsel Menanti Audit KLH Terkait Tambang Pemicu Banjir, Tekankan Akuntabilitas Lingkungan

6 January 2026
10:45 WIB
Kalsel Menanti Audit KLH Terkait Tambang Pemicu Banjir, Tekankan Akuntabilitas Lingkungan
sumber gambar : img.antaranews.com
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan serius menanti hasil audit investigasi yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap sejumlah perusahaan tambang di wilayahnya. Audit ini menjadi krusial setelah Kalsel dilanda banjir besar yang menimbulkan dugaan kuat terkait dampak aktivitas penambangan terhadap ekosistem lokal. Gubernur Kalsel menyatakan bahwa pihaknya sepenuhnya mendukung langkah KLH untuk mengungkap potensi pelanggaran dan mencari solusi jangka panjang. Keputusan audit ini diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk mitigasi bencana di masa mendatang. Akuntabilitas lingkungan menjadi prioritas utama di tengah kekhawatiran masyarakat yang semakin meningkat.

Banjir yang melanda berbagai daerah di Kalsel beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerugian material dan non-material yang signifikan. Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan mata pencarian warga terdampak parah, memicu sorotan tajam terhadap faktor penyebab bencana tersebut. Kondisi geografis Kalsel yang memang rentan terhadap banjir semakin diperparah oleh dugaan deforestasi dan perubahan tata guna lahan akibat ekspansi pertambangan. Masyarakat sipil dan aktivis lingkungan secara konsisten menyuarakan kekhawatiran bahwa penggundulan hutan di area konsesi tambang telah mengurangi daya serap air tanah. Oleh karena itu, harapan besar disematkan pada hasil audit KLH untuk menyingkap akar masalah secara komprehensif dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kalsel mengakui bahwa kewenangan penuh untuk melakukan audit lingkungan berskala besar dan memberikan sanksi berada di tangan pemerintah pusat, dalam hal ini KLH. Meskipun demikian, Pemprov Kalsel telah proaktif mengumpulkan data awal dan menyampaikan laporan kepada kementerian terkait, menunjukkan komitmennya dalam menangani isu ini. Koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci untuk memastikan proses audit berjalan lancar dan objektif. Pemprov berharap agar hasil audit dapat menjadi pijakan kuat bagi upaya penegakan hukum dan perbaikan tata kelola lingkungan di sektor pertambangan. Langkah ini sekaligus menegaskan sinergi antara berbagai tingkatan pemerintahan dalam menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan masyarakat.

Audit KLH diperkirakan akan mencakup berbagai aspek vital, mulai dari kepatuhan perusahaan tambang terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah disetujui secara resmi. Selain itu, tim audit akan meninjau pelaksanaan reklamasi pascatambang, pengelolaan limbah, serta upaya mitigasi dampak lingkungan yang telah atau belum dilakukan oleh perusahaan sesuai standar yang ditetapkan. Investigasi juga akan fokus pada perubahan hidrologi di sekitar area tambang, termasuk dampak terhadap aliran sungai dan daerah resapan air yang penting bagi ekosistem. Seluruh temuan akan dianalisis secara mendalam untuk menentukan apakah ada korelasi langsung antara aktivitas penambangan dan peningkatan risiko banjir di Kalsel. Transparansi dalam setiap tahapan audit sangat ditekankan demi membangun kepercayaan publik yang kuat.

Apabila hasil audit menemukan adanya pelanggaran serius terhadap peraturan lingkungan, perusahaan-perusahaan tambang yang terbukti bersalah akan menghadapi konsekuensi hukum yang tegas dan tidak pandang bulu. Sanksi yang mungkin dijatuhkan dapat bervariasi, mulai dari denda administratif yang besar, kewajiban untuk melakukan rehabilitasi lingkungan secara total dan menyeluruh, hingga pencabutan izin usaha pertambangan secara permanen. KLH juga berwenang untuk menerbitkan rekomendasi perbaikan yang harus dipatuhi dalam jangka waktu tertentu untuk memulihkan kerusakan. Langkah-langkah penegakan hukum ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga mendorong semua pelaku usaha pertambangan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Prioritas utama adalah memastikan keberlanjutan ekosistem Kalsel untuk generasi mendatang.

Penantian Kalsel terhadap hasil audit KLH ini mencerminkan urgensi dan kompleksitas masalah lingkungan yang dihadapi daerah tersebut secara berkelanjutan. Hasil audit akan menjadi penentu arah kebijakan dan langkah konkret pemerintah daerah serta pusat dalam menata kembali sektor pertambangan agar lebih bertanggung jawab. Lebih dari sekadar mencari kambing hitam, audit ini diharapkan menjadi momentum untuk reformasi tata kelola lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Dengan adanya transparansi dan akuntabilitas, diharapkan masa depan Kalsel dapat lebih terjamin dari ancaman bencana alam yang berulang dan merugikan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengawal proses ini hingga tuntas demi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

Referensi: www.antaranews.com