News

Gejolak Pasar Modal: Prabowo Marah Besar Akibat Peringatan MSCI dan Anjloknya IHSG

12 February 2026
09:06 WIB
Gejolak Pasar Modal: Prabowo Marah Besar Akibat Peringatan MSCI dan Anjloknya IHSG
sumber gambar : rmol.id
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meluapkan kemarahan besar pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu gejolak signifikan di pasar modal Indonesia.

Situasi ini diperparah dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bahkan sempat mengalami penghentian perdagangan atau trading halt selama dua hari beruntun, menandakan keparahan kondisi pasar.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengkonfirmasi reaksi keras Presiden Prabowo, menyatakan bahwa kehormatan negara menjadi salah satu pemicu utama kemarahan tersebut.

"Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita ya," ujar Hashim, menekankan betapa seriusnya pemerintah memandang dampak ekonomi dan persepsi internasional.

Anjloknya IHSG secara drastis setelah peringatan dari MSCI telah menciptakan gelombang kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Trading halt yang terjadi berturut-turut menunjukkan mekanisme darurat pasar telah diaktifkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar serta menenangkan kepanikan yang mungkin timbul.

Peristiwa ini secara langsung berdampak pada kepercayaan pasar dan sentimen investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, yang mana sangat vital untuk pertumbuhan dan stabilitas.

Respons emosional Presiden Prabowo mencerminkan keprihatinan mendalam pemerintah terhadap reputasi ekonomi negara di mata global, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

MSCI, sebagai penyedia indeks pasar global terkemuka, memiliki pengaruh besar dalam mengarahkan arus modal investasi internasional.

Peringatan atau revisi status dari MSCI dapat memicu penyesuaian portofolio besar-besaran oleh dana investasi global yang terafiliasi dengan indeks mereka, sehingga memicu penjualan saham besar-besaran di pasar domestik.

Oleh karena itu, reaksi pasar yang terjadi pasca-pengumuman tersebut bukan hanya sekadar fluktuasi biasa, melainkan sebuah sinyal serius yang memerlukan perhatian ekstra dari otoritas ekonomi Indonesia.

Situasi ini menempatkan pemerintah di bawah tekanan untuk segera merumuskan langkah-langkah strategis demi menstabilkan pasar dan memulihkan kepercayaan investor.

Pemerintah diharapkan akan mengambil tindakan cepat untuk menganalisis akar masalah dari peringatan MSCI dan meresponsnya dengan kebijakan yang tepat sasaran.

Upaya komunikasi yang jelas dan transparan kepada publik serta komunitas investor global menjadi sangat krusial untuk meredakan ketidakpastian dan menjaga citra positif perekonomian Indonesia.

Fokus utama saat ini adalah memastikan pasar modal dapat kembali beroperasi secara normal dan stabil, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Insiden ini juga menjadi pengingat akan pentingnya ketahanan ekonomi dan perlunya strategi jangka panjang untuk melindungi pasar modal dari gejolak eksternal.

Dengan demikian, kepemimpinan Presiden Prabowo akan diuji dalam menghadapi krisis pasar ini, dengan tujuan utama untuk menjaga kehormatan ekonomi bangsa dan stabilitas finansial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Referensi: rmol.id