News

Bahlil Lahadalia Deklarasikan Perang Lawan Mafia Tambang, Tekankan Kunci Ekonomi Berkelanjutan

2 January 2026
16:43 WIB
Bahlil Lahadalia Deklarasikan Perang Lawan Mafia Tambang, Tekankan Kunci Ekonomi Berkelanjutan
sumber gambar : kly.akamaized.net
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan tegas menyatakan perang terbuka terhadap praktik mafia tambang di Indonesia. Deklarasi ini bukan sekadar janji, melainkan komitmen serius pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sektor mineral dan batu bara (minerba) secara fundamental. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan adil. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kemajuan ekonomi masyarakat luas. Ini menandai era baru dalam penegakan hukum di sektor pertambangan yang krusial bagi negara.

Praktik mafia tambang selama ini telah menimbulkan kerugian negara yang sangat besar, baik dari sektor pendapatan maupun kerusakan lingkungan yang tak ternilai. Mereka seringkali beroperasi tanpa izin, menghindari pajak, dan merusak ekosistem vital tanpa bertanggung jawab. Selain itu, keberadaan mafia ini kerap memicu konflik sosial di tengah masyarakat lokal yang merasa hak-haknya terampas. Situasi ini juga menciptakan ketidakpastian hukum yang menghambat investasi yang sah dan bertanggung jawab di sektor pertambangan. Dengan memberantas mafia, pemerintah berupaya mengembalikan kedaulatan negara atas sumber daya alamnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan penerimaan negara secara signifikan dari sektor pertambangan melalui perbaikan tata kelola ini. Selain itu, inisiatif ini bertujuan menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan adil bagi seluruh pelaku industri pertambangan yang patuh hukum. Kebijakan ini juga menekankan pentingnya praktik pertambangan berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial secara serius. Dengan demikian, manfaat kekayaan minerba dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.

Untuk merealisasikan janji ini, Bahlil menekankan perlunya kolaborasi intensif antarlembaga penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga kementerian terkait. Penguatan regulasi dan peninjauan ulang izin-izin pertambangan yang bermasalah akan menjadi salah satu fokus utama. Pemanfaatan teknologi canggih untuk pengawasan dan pemantauan aktivitas pertambangan secara real-time juga akan dioptimalkan. Sanksi tegas akan diterapkan tanpa pandang bulu bagi siapapun yang terlibat dalam praktik ilegal pertambangan. Seluruh langkah ini dirancang untuk menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel.

Dampak positif dari pemberantasan mafia tambang diproyeksikan akan sangat luas terhadap perekonomian nasional dan masyarakat. Penertiban ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi berkualitas yang berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan. Peningkatan lapangan kerja akan tercipta seiring dengan pertumbuhan industri yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Selain itu, peningkatan pendapatan daerah akan memungkinkan pemerintah lokal untuk mengembangkan infrastruktur dan layanan publik yang lebih baik. Pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan juga akan menjadi prioritas.

Menteri Bahlil menyadari bahwa upaya pemberantasan mafia tambang bukanlah pekerjaan mudah dan akan menghadapi berbagai tantangan kompleks. Resistensi dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik ilegal dipastikan akan muncul dalam berbagai bentuk. Namun, ia menegaskan bahwa tekad pemerintah untuk mewujudkan sektor pertambangan yang bersih tidak akan surut sedikit pun. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan media massa sangat dibutuhkan untuk keberhasilan inisiatif ini. Pengawasan berkelanjutan juga menjadi kunci agar tata kelola yang baik dapat dipertahankan.

Secara keseluruhan, deklarasi perang terhadap mafia tambang merupakan langkah progresif dan krusial bagi masa depan ekonomi Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang reformasi fundamental sektor strategis negara. Bahlil Lahadalia meyakini bahwa dengan tata kelola minerba yang bersih dan transparan, Indonesia dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya. Hal ini akan menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat. Komitmen ini diharapkan membawa angin segar bagi industri pertambangan nasional.

Referensi: www.liputan6.com