News

Awal Pekan 2026, Harga Emas Antam Meroket Tembus Rp2,51 Juta per Gram

6 January 2026
10:47 WIB
Awal Pekan 2026, Harga Emas Antam Meroket Tembus Rp2,51 Juta per Gram
sumber gambar : rmol.id
Jakarta, 5 Januari 2026 – Harga emas batangan bersertifikasi PT Aneka Tambang (Antam) menunjukkan performa impresif pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 5 Januari 2026. Logam mulia ini terpantau meroket signifikan, berhasil menembus level Rp2.515.000 per gram. Kenaikan tajam ini sontak menarik perhatian para investor dan pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergejolak. Peningkatan ini menjadi sinyal penting bagi tren investasi emas di awal tahun baru.

Mengutip laporan resmi dari situs Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol sebesar Rp2.515.000, yang merupakan lonjakan sebesar Rp27.000 jika dibandingkan dengan level harga pada perdagangan sebelumnya. Tidak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga turut mengalami kenaikan yang substansial. Harga buyback hari ini tercatat naik Rp25.000, mencapai Rp2.371.000 per gram, memberikan keuntungan lebih bagi mereka yang berencana melepas kepemilikannya.

Fluktuasi harga emas yang signifikan ini disinyalir kuat dipengaruhi oleh beberapa faktor global maupun domestik. Sentimen pasar terhadap aset safe-haven cenderung menguat di tengah kekhawatiran inflasi yang masih membayangi serta ketidakpastian geopolitik di berbagai belahan dunia. Emas kerap dijadikan pilihan utama oleh investor untuk melindungi nilai aset mereka dari depresiasi mata uang dan risiko pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, lonjakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap kondisi ekonomi makro terkini.

Jika diperhitungkan, selisih antara harga beli dan harga buyback emas Antam pada hari ini berada di angka Rp144.000 per gram. Selisih ini merupakan indikator penting bagi investor untuk memahami potensi keuntungan atau kerugian saat melakukan transaksi jual beli emas. Meskipun terdapat spread, kenaikan harga emas secara keseluruhan menunjukkan daya tarik investasi logam mulia yang masih sangat tinggi. Para investor perlu mencermati selisih ini sebagai bagian dari strategi investasi mereka.

Kenaikan harga emas Antam ini juga menegaskan kembali posisinya sebagai instrumen investasi yang resilien dan mampu menawarkan perlindungan nilai di kala ketidakpastian. Di awal tahun yang baru, banyak investor yang melakukan realokasi portofolio mereka, dan emas seringkali menjadi pilihan utama untuk diversifikasi. Momentum kenaikan di awal pekan ini bisa menjadi indikasi awal tren positif yang mungkin berlanjut sepanjang tahun. Hal ini tentu saja akan terus dipantau dengan seksama oleh para pengambil keputusan investasi.

Para pengamat pasar memperkirakan bahwa dinamika harga emas akan terus dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk kebijakan moneter bank sentral global, pergerakan suku bunga acuan, dan data inflasi terbaru. Minat investor pada emas sebagai lindung nilai diperkirakan akan tetap tinggi selama ketidakpastian ekonomi masih menjadi isu sentral. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga emas secara berkala dan membuat keputusan investasi yang bijaksana. Perubahan harga yang terjadi dapat memberikan peluang sekaligus risiko bagi para investor.

Referensi: rmol.id