News

Sungai Jaletreng Tangerang Selatan Memutih Akibat Limbah Pestisida, Warga Diimbau Waspada

11 February 2026
11:10 WIB
Sungai Jaletreng Tangerang Selatan Memutih Akibat Limbah Pestisida, Warga Diimbau Waspada
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
Tangerang Selatan, [tanggal_berita_implied]. Sungai Jaletreng yang melintasi wilayah Tangerang Selatan kini menjadi sorotan utama setelah permukaannya berubah menjadi putih pekat, diduga kuat akibat pencemaran limbah dari kebakaran pabrik pestisida. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat dan otoritas lingkungan setempat. Sebagai respons cepat, warga di sekitar aliran sungai diimbau keras untuk menjauhi area terdampak guna menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Insiden ini menyoroti kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap industri yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan besar. Pihak berwenang segera bergerak untuk menangani situasi darurat ini dengan serius.

Perubahan warna pada air Sungai Jaletreng menjadi putih susu ini pertama kali dilaporkan setelah insiden kebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik pestisida di dekat aliran sungai tersebut. Diyakini bahwa sisa-sisa bahan kimia berbahaya dari pabrik telah mengalir dan mencemari badan air secara signifikan. Fenomena ini tidak hanya mengkhawatirkan secara visual, tetapi juga mengindikasikan adanya kandungan zat berbahaya yang dapat merusak ekosistem sungai. Warga setempat merasakan dampak langsung dari perubahan kualitas air ini, mulai dari bau menyengat hingga kekhawatiran akan pasokan air bersih. Keadaan sungai yang memutih menjadi penanda jelas tingkat keparahan kontaminasi yang terjadi.

Menanggapi situasi genting ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan langsung menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam. Tim tersebut tidak hanya bertugas mengambil sampel air di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Jaletreng, tetapi juga memetakan secara detail persebaran polutan. Analisis laboratorium terhadap sampel air ini sangat krusial untuk mengidentifikasi jenis dan konsentrasi bahan kimia yang mencemari sungai. Informasi yang diperoleh dari pemetaan dan analisis akan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah-langkah mitigasi dan pemulihan lingkungan selanjutnya. DLH Tangsel berkomitmen penuh untuk mengungkap penyebab pasti dan skala pencemaran yang terjadi.

Pencemaran oleh limbah pestisida membawa ancaman serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Bahan kimia dalam pestisida dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, bahkan masalah kesehatan yang lebih parah jika sampai tertelan atau terpapar dalam jangka panjang. Selain itu, ekosistem akuatik di Sungai Jaletreng sangat rentan terhadap dampak polutan ini, di mana biota air seperti ikan dan mikroorganisme bisa mati atau terkontaminasi. Kondisi ini dapat mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekologi secara keseluruhan di sekitar area sungai. Oleh karena itu, menjauhi sungai adalah langkah preventif paling vital yang harus dipatuhi oleh semua warga.

Masyarakat yang tinggal di dekat Sungai Jaletreng sangat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sungai, termasuk memancing, mandi, mencuci, atau menggunakan air untuk keperluan irigasi pertanian. Petugas di lapangan telah menyebarkan informasi dan peringatan secara masif kepada warga agar lebih waspada. Kerja sama dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran dampak negatif dari pencemaran ini. Otoritas juga mengingatkan agar tidak ada warga yang nekat mengambil air atau biota dari sungai untuk konsumsi, demi keselamatan bersama. Ketaatan terhadap imbauan ini menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan publik.

Setelah proses pengambilan dan analisis sampel rampung, DLH Tangsel berencana untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk menentukan langkah penegakan hukum. Investigasi lebih lanjut juga akan fokus pada penyebab kebakaran pabrik pestisida dan apakah ada kelalaian dalam pengelolaan limbah. Upaya pemulihan lingkungan jangka panjang mungkin akan melibatkan teknologi khusus untuk dekontaminasi air dan sedimen sungai. Pemerintah daerah juga akan mengkaji ulang perizinan dan pengawasan terhadap industri di sekitar daerah aliran sungai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Semua pihak berharap agar Sungai Jaletreng dapat segera pulih dari bencana lingkungan ini.

Situasi di Sungai Jaletreng saat ini masih dalam pengawasan ketat oleh tim gabungan, dengan prioritas utama pada keselamatan warga dan pemulihan ekosistem. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran ini dan memastikan langkah-langkah mitigasi yang efektif. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pencemaran juga akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Diharapkan, dengan kerja keras semua pihak, Sungai Jaletreng dapat kembali bersih dan sehat seperti sedia kala, aman bagi warga dan lingkungan sekitar. Insiden ini menjadi pengingat penting akan urgensi menjaga kelestarian lingkungan kita.

Referensi: mediaindonesia.com