News
Refleksi Akhir 2025: Indonesia Didesak Perkuat Ekonomi Kebencanaan untuk Ketahanan Nasional
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
Menjelang penutupan tahun 2025, refleksi mendalam mengenai ketahanan nasional dan mitigasi risiko bencana menjadi semakin mendesak. Berbagai peristiwa alam yang terjadi sepanjang tahun ini kembali mengingatkan akan kerentanan Indonesia sebagai negara kepulauan yang rawan bencana. Oleh karena itu, diskusi mengenai urgensi pembangunan "ekonomi kebencanaan" semakin mengemuka di kalangan para pembuat kebijakan dan pakar. Pendekatan ini menyerukan pergeseran paradigma dari respons pascabencana semata menuju strategi pengelolaan risiko yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Ekonomi kebencanaan dipandang sebagai fondasi krusial untuk memastikan pembangunan nasional tidak terhambat oleh dampak destruktif dari bencana alam yang tak terhindarkan.
Konsep ekonomi kebencanaan jauh melampaui sekadar penyaluran bantuan darurat dan rekonstruksi fisik. Ia mencakup serangkaian strategi investasi proaktif dalam pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana. Ini termasuk pembangunan infrastruktur yang tangguh, sistem peringatan dini yang efektif, serta pengembangan kapasitas masyarakat lokal. Selain itu, aspek pemulihan pascabencana juga diintegrasikan dengan tujuan untuk menstimulasi kembali ekonomi lokal secara cepat dan adil. Dengan demikian, setiap upaya penanggulangan bencana tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi semula, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik dan lebih tahan terhadap guncangan di masa depan.
Urgensi penerapan ekonomi kebencanaan tidak dapat dilepaskan dari kerugian ekonomi kolosal yang ditimbulkan oleh bencana setiap tahunnya. Tanpa kerangka kerja yang solid, dana triliunan rupiah yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan produktif terpaksa dialihkan untuk biaya tanggap darurat dan rehabilitasi. Kerugian ini tidak hanya bersifat langsung seperti kerusakan properti dan infrastruktur, tetapi juga kerugian tidak langsung berupa hilangnya mata pencarian, penurunan produktivitas ekonomi, dan terganggunya rantai pasok. Data menunjukkan bahwa Indonesia secara konsisten menghadapi kerugian signifikan yang berdampak pada pertumbuhan PDB dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, investasi di sektor ini sebenarnya adalah langkah penghematan jangka panjang yang strategis.
Untuk mewujudkan ekonomi kebencanaan yang tangguh, berbagai komponen perlu diintegrasikan secara sinergis. Ini meliputi pengembangan mekanisme asuransi bencana yang dapat diakses oleh masyarakat dan dunia usaha, serta kemitraan publik-swasta untuk pendanaan proyek mitigasi. Evaluasi risiko bencana secara berkala dan pemetaan zona rawan menjadi dasar penting dalam perencanaan tata ruang yang adaptif. Selain itu, penguatan kapasitas pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat dalam program kesiapsiagaan bencana adalah kunci keberhasilan. Kebijakan fiskal yang fleksibel dan skema pendanaan inovatif juga dibutuhkan untuk mendukung investasi dalam ketahanan bencana.
Manfaat dari implementasi ekonomi kebencanaan yang matang akan terasa secara berkelanjutan di berbagai sektor. Selain menekan jumlah korban jiwa dan kerusakan fisik, pendekatan ini juga mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi. Daerah yang memiliki perencanaan kebencanaan yang baik cenderung bangkit lebih cepat, mempertahankan aktivitas ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal. Hal ini secara langsung berkontribusi pada stabilitas ekonomi makro dan peningkatan indeks pembangunan manusia. Dengan demikian, membangun ekonomi kebencanaan adalah investasi strategis untuk masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi seluruh warga negara.
Menutup tahun 2025, saatnya bagi pemangku kepentingan untuk merefleksikan sejauh mana kemajuan telah dicapai dalam menghadapi tantangan kebencanaan. Evaluasi kebijakan yang telah berjalan, identifikasi celah dalam implementasi, serta proyeksi risiko di tahun-tahun mendatang perlu menjadi agenda utama. Harapan diletakkan pada penyusunan regulasi yang lebih adaptif, alokasi anggaran yang memadai, dan peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi risiko. Momentum akhir tahun ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen nasional dalam menjadikan ketahanan bencana sebagai prioritas utama.
Secara keseluruhan, urgensi pembangunan ekonomi kebencanaan bukanlah sekadar wacana teoretis, melainkan sebuah kebutuhan fundamental bagi Indonesia. Pendekatan proaktif ini menawarkan jalan keluar dari siklus kerugian dan pemulihan yang terus-menerus. Dengan mengintegrasikan aspek ekonomi dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan. Kesiapsiagaan yang terencana dan investasi yang bijak hari ini akan menjadi jaminan bagi ketahanan bangsa dalam menghadapi setiap tantangan alam di kemudian hari, mewujudkan harapan akan masa depan yang lebih reflektif dan penuh harapan seperti yang diimpikan di akhir tahun 2025.
Referensi:
mediaindonesia.com