NHM Perkuat Keselamatan Kerja dengan Latih 26 Pengawas Operasional, Dorong Standar K3 Nasional
20 November 2025
09:26 WIB
sumber gambar : sindonews.net
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menunjukkan komitmen seriusnya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) bagi 26 pengawasnya. Inisiatif strategis ini merupakan langkah konkret NHM dalam mendukung penuh implementasi standar K3 nasional di seluruh lini operasionalnya. Pelatihan ini digagas melalui kolaborasi erat dengan PT Cipta Mandala Indonesia, sebuah lembaga pelatihan dan konsultasi K3 terkemuka. Program intensif ini dirancang untuk membekali para pengawas dengan pengetahuan dan keterampilan esensial demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. NHM secara konsisten memprioritaskan keselamatan sebagai pilar utama dalam setiap kegiatan penambangan dan pengelolaan sumber daya alamnya.
Sektor pertambangan secara inheren memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, menjadikannya bidang yang menuntut perhatian ekstra pada K3. Oleh karena itu, kehadiran pengawas operasional yang kompeten dan tersertifikasi menjadi sangat vital dalam memitigasi potensi bahaya di lapangan. Mereka adalah garda terdepan yang bertanggung jawab langsung untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan mengidentifikasi risiko sebelum menjadi insiden. Pelatihan POP ini secara khusus menargetkan peningkatan kapasitas para pengawas untuk proaktif dalam pencegahan kecelakaan. Penerapan standar K3 yang ketat bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga investasi jangka panjang untuk kesejahteraan karyawan dan keberlanjutan bisnis.
Pelatihan Pengawas Operasional Pertama (POP) ini mencakup berbagai modul komprehensif yang relevan dengan kondisi operasional di lapangan. Materi yang diajarkan meliputi identifikasi bahaya dan penilaian risiko, inspeksi keselamatan kerja, investigasi insiden dan pelaporannya, serta penyusunan dan implementasi prosedur kerja aman. Para peserta juga dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai peraturan perundang-undangan K3 yang berlaku di Indonesia, memastikan setiap tindakan operasional selaras dengan regulasi. Metode pelatihan yang interaktif, termasuk studi kasus dan simulasi praktis, dirancang untuk meningkatkan pemahaman teoritis dan keterampilan aplikatif para pengawas. Dengan demikian, setiap pengawas diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat secara efektif saat kembali ke unit kerjanya masing-masing.
Langkah NHM untuk secara rutin menginvestasikan sumber daya dalam program pelatihan K3 menegaskan visi perusahaan yang menempatkan keselamatan di atas segalanya. Manajemen NHM percaya bahwa sumber daya manusia yang terlatih dan sadar akan K3 adalah aset paling berharga dalam mencapai keunggulan operasional. Program ini bukan hanya respons terhadap kewajiban regulasi, tetapi juga refleksi budaya perusahaan yang mengakar kuat pada prinsip keselamatan. Komitmen ini tidak hanya berhenti pada pelatihan awal, melainkan juga didukung oleh program penyegaran dan audit K3 berkala untuk memastikan standar tetap terjaga. NHM bertekad untuk menjadi pelopor dalam praktik K3 terbaik di industri pertambangan nasional.
Kerja sama dengan PT Cipta Mandala Indonesia (CMI) sebagai penyedia layanan pelatihan dan konsultasi K3 membuktikan keseriusan NHM dalam memastikan kualitas program ini. CMI dikenal memiliki reputasi dan rekam jejak yang solid dalam menyediakan pelatihan K3 yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Para instruktur yang terlibat dalam pelatihan ini adalah praktisi ahli dengan pengalaman luas di bidang K3 pertambangan, mampu menyampaikan materi dengan relevansi tinggi. Kemitraan ini memastikan bahwa 26 pengawas operasional mendapatkan bimbingan terbaik dari para profesional yang kompeten di bidangnya. Dengan dukungan CMI, NHM optimis para pengawas akan menjadi agen perubahan positif dalam meningkatkan budaya keselamatan.
Melalui pelatihan ini, NHM berharap dapat secara signifikan mengurangi angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di lingkungan operasinya. Peningkatan kompetensi pengawas akan berdampak langsung pada pengawasan yang lebih efektif dan proaktif, serta kepatuhan yang lebih tinggi terhadap prosedur keselamatan. Lingkungan kerja yang lebih aman juga secara otomatis akan meningkatkan moral dan produktivitas karyawan, menciptakan suasana kerja yang lebih positif dan efisien. Pada akhirnya, inisiatif ini tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjaga reputasi perusahaan dan memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang di tengah persaingan industri. Investasi pada K3 adalah investasi pada masa depan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingannya.
Pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) ini menandai babak baru dalam upaya PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) untuk memperkuat fondasi K3-nya. Dengan melatih 26 pengawas, NHM tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga menetapkan tolok ukur baru bagi industri pertambangan. Upaya ini adalah bagian integral dari kontribusi NHM terhadap sektor riil dan perekonomian bisnis yang lebih luas, dengan memastikan pertumbuhan ekonomi yang bertanggung jawab. Komitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan karyawan akan terus menjadi prioritas utama, mencerminkan nilai-nilai inti perusahaan. NHM akan terus berinovasi dan berinvestasi dalam program K3 untuk mencapai target tanpa kecelakaan (zero accident) di masa mendatang.