News

Mulyadi Tawik Kembali Nahkodai PKB Kalbar, Fokus Perjuangan Hak dan Aspirasi Daerah

18 February 2026
10:00 WIB
Mulyadi Tawik Kembali Nahkodai PKB Kalbar, Fokus Perjuangan Hak dan Aspirasi Daerah
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Pontianak, Kalimantan Barat – Mulyadi Tawik telah kembali dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Barat untuk periode lima tahun ke depan. Pengukuhan ini menandai kelanjutan kepemimpinannya dalam mengarungi dinamika politik regional, menegaskan kembali komitmen partai terhadap pembangunan daerah. Dengan penuh rasa syukur, Mulyadi Tawik menyatakan bahwa amanah besar ini akan dijaga dengan sebaik-baiknya, menjadi pijakan kuat bagi perjuangan hak-hak daerah yang berkelanjutan. Masa jabatan lima tahun mendatang diharapkan menjadi periode krusial bagi PKB Kalbar untuk semakin memperkuat posisinya di tengah masyarakat dan pemerintahan. Amanah ini juga menjadi indikator kepercayaan tinggi dari internal partai terhadap visi dan kepemimpinannya.

Dalam pernyataannya, Mulyadi Tawik secara tegas menyoroti pentingnya perjuangan hak-hak daerah sebagai agenda utama PKB Kalimantan Barat. Perjuangan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sumber daya alam yang adil, pemerataan pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh penjuru provinsi. Ia berkeyakinan bahwa dengan mengawal hak-hak fundamental daerah, kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat akan dapat terwujud secara optimal dan merata. Komitmen ini selaras dengan semangat otonomi daerah yang memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk menentukan arah pembangunannya sendiri. PKB Kalbar berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat demi kemajuan daerah.

Kepemimpinan Mulyadi Tawik yang kembali berlanjut ini tidak lepas dari rekam jejaknya selama periode sebelumnya dalam mengelola PKB Kalbar. Ia dinilai berhasil menjaga stabilitas internal partai serta memperluas jaringan dan basis dukungan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Konsolidasi partai yang efektif dan responsif terhadap isu-isu lokal menjadi salah satu faktor kunci di balik kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Periode lima tahun ke depan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi PKB sebagai kekuatan politik yang adaptif dan proaktif. Pengalaman yang telah terukir menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks.

Sebagai modal awal yang disebutkan, PKB Kalbar di bawah kepemimpinan Mulyadi Tawik akan berfokus pada penguatan kaderisasi dan pengembangan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Partai akan terus menggalakkan kegiatan sosial, pendidikan politik, serta advokasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil dan kelompok rentan. Peningkatan kapasitas anggota legislatif dari PKB juga menjadi prioritas, agar mereka dapat lebih efektif dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kebijakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa perjuangan hak daerah memiliki landasan kuat di parlemen dan pemerintahan. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Kalimantan Barat, dengan segala potensi dan tantangannya, membutuhkan representasi politik yang kuat dan visioner. Provinsi ini memiliki kekayaan alam melimpah, keanekaragaman budaya, serta posisi strategis sebagai daerah perbatasan. Namun, tantangan seperti disparitas pembangunan antarwilayah, isu lingkungan, dan kebutuhan akan investasi yang berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah. PKB Kalbar bertekad untuk menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah, memastikan bahwa setiap keputusan pembangunan membawa manfaat maksimal bagi daerah dan seluruh penghuninya. Mulyadi Tawik menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut.

Untuk mewujudkan visi perjuangan hak daerah, PKB Kalbar akan mengintensifkan dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan kaum profesional. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan partisipatif ini akan memastikan bahwa setiap perjuangan yang dilakukan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan keinginan rakyat Kalimantan Barat. Mulyadi Tawik mengajak seluruh komponen partai dan masyarakat untuk bersinergi membangun provinsi ke arah yang lebih baik. Transparansi dan akuntabilitas akan menjadi prinsip dasar dalam setiap langkah yang diambil.

Pengukuhan kembali Mulyadi Tawik ini juga menjadi sinyal bagi peta politik Kalimantan Barat, bahwa PKB siap menghadapi kontestasi politik di masa mendatang dengan kepemimpinan yang solid dan teruji. Partai akan mempersiapkan diri secara matang untuk Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah berikutnya, dengan mengusung kandidat-kandidat terbaik yang memiliki komitmen kuat terhadap daerah. Strategi pemenangan akan dirancang berdasarkan analisis mendalam terhadap dinamika politik lokal dan aspirasi masyarakat. PKB Kalbar bertekad untuk terus meningkatkan elektabilitas dan kepercayaan publik demi meraih kemenangan politik yang signifikan.

Dengan kepemimpinan yang baru dikukuhkan, Mulyadi Tawik menegaskan kembali kesiapan PKB Kalimantan Barat untuk menjadi motor penggerak pembangunan yang adil dan merata. Lima tahun ke depan akan diisi dengan kerja keras, dedikasi, dan komitmen tinggi untuk mengawal setiap hak dan aspirasi masyarakat daerah. Pengukuhan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah ikrar untuk terus berjuang demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Seluruh jajaran partai diharapkan dapat bersatu padu mendukung visi dan misi ini, membawa PKB Kalbar menuju puncak kejayaan dalam melayani rakyat.

Referensi: pontianak.tribunnews.com