Merajut Batas Geografis, Dua Perempuan Inspiratif Raih Gelar Doktor Studi Pembangunan UKSW ke-99 dan 100
26 November 2025
10:56 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Salatiga, 25 November 2025 – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menorehkan sejarah baru dalam bidang akademik dengan meluluskan dua doktor Studi Pembangunan yang ke-99 dan ke-100. Pencapaian ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi program studi itu sendiri dan dunia pengembangan di Indonesia. Kedua perempuan inspiratif ini berasal dari latar belakang geografis yang sangat berbeda, mewakili kekayaan dan kompleksitas permasalahan pembangunan di tanah air. Satu dari daratan Sambi Prambanan, sementara yang lainnya berasal dari kepulauan Bunaken, Sulawesi Utara, menunjukkan jangkauan penelitian dan dampak program studi ini. Keberhasilan mereka menggambarkan dedikasi tinggi serta kemampuan program studi untuk menarik dan mengembangkan talenta dari berbagai wilayah.
Salah satu dari peraih gelar doktor tersebut adalah Dr. Aditri, yang penelitiannya berfokus pada isu-isu pembangunan pedesaan berkelanjutan di wilayah Sambi Prambanan. Disertasinya menyoroti upaya pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya dan pelestarian warisan. Penelitian Dr. Aditri secara mendalam mengkaji strategi adaptasi komunitas terhadap perubahan sosio-ekonomi dan lingkungan, memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pemerintah daerah. Hasil risetnya diharapkan mampu menjadi panduan konkret dalam merumuskan program pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di daerah agraris. Fokusnya pada kesinambungan budaya juga memberikan dimensi unik pada kerangka pembangunan regional.
Sementara itu, peraih gelar doktor yang ke-100 adalah seorang peneliti perempuan yang menggali kompleksitas pembangunan di wilayah pesisir dan kelautan, khususnya di Bunaken. Disertasinya mengeksplorasi model pengembangan ekowisata bahari berkelanjutan yang memberdayakan komunitas nelayan lokal sambil menjaga kelestarian ekosistem laut yang rentan. Penelitian ini menganalisis dampak perubahan iklim dan praktik pariwisata terhadap kehidupan masyarakat pesisir, menawarkan solusi inovatif untuk mitigasi dan adaptasi. Kontribusi akademisnya sangat krusial mengingat Indonesia sebagai negara maritim memiliki tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan laut. Tesisnya memberikan perspektif baru tentang bagaimana masyarakat dapat menjadi agen utama dalam perlindungan sumber daya alam mereka.
Kedua disertasi ini, meskipun dari latar belakang geografis yang kontras, memiliki benang merah yang kuat dalam isu pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Riset mereka menunjukkan pentingnya pendekatan multidisiplin dan kontekstual dalam memahami dan mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia. Dr. Aditri dan rekannya telah menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tetapi juga menawarkan solusi praktis untuk tantangan di lapangan. Kontribusi mereka menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa diseragamkan, melainkan harus mempertimbangkan karakteristik unik setiap wilayah, baik daratan maupun lautan. Penelitian ini menjadi bukti nyata kapasitas akademik UKSW dalam menghasilkan pemikiran transformatif.
Pencapaian ini juga merupakan cerminan dari kualitas dan komitmen Program Studi Doktor Studi Pembangunan UKSW Salatiga dalam mencetak peneliti dan praktisi yang kompeten. Dengan meluluskan doktor ke-99 dan ke-100, program ini menunjukkan kematangan dan relevansinya dalam menjawab tantangan global dan nasional. UKSW telah berhasil menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi riset inovatif, mendorong mahasiswa untuk menggali isu-isu krusial dengan perspektif yang segar. Institusi ini terus berupaya menjadi pusat keunggulan dalam studi pembangunan, menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi nyata pada kemajuan bangsa. Dedikasi para dosen pembimbing dan fasilitas pendukung yang memadai turut menunjang keberhasilan mahasiswa mencapai puncak akademik ini.
Perjalanan meraih gelar doktor tentunya bukan tanpa tantangan, terutama bagi mereka yang harus menyeimbangkan antara penelitian lapangan dan kewajiban akademik lainnya. Keberhasilan kedua perempuan ini menjadi inspirasi bagi banyak calon peneliti, khususnya kaum perempuan, untuk tidak berhenti berinovasi dan berkontribusi. Kisah mereka membuktikan bahwa batasan geografis atau latar belakang tidak menghalangi seseorang untuk mencapai puncak pendidikan dan memberikan dampak positif. Semangat juang dan kegigihan yang ditunjukkan oleh Dr. Aditri dan rekan seangkatannya adalah teladan berharga bagi generasi muda. Mereka telah membuka jalan bagi pemikiran baru dan metodologi penelitian yang lebih relevan untuk konteks Indonesia.
Melalui perolehan gelar doktor ke-99 dan ke-100 ini, UKSW Salatiga tidak hanya merayakan prestasi akademik individual, tetapi juga menegaskan perannya dalam memperkuat ekosistem riset pembangunan di Indonesia. Hasil penelitian Dr. Aditri dan rekannya diharapkan dapat menjadi landasan bagi implementasi kebijakan yang lebih efektif dan pembangunan yang lebih merata. Kisah dua perempuan dari Sambi hingga Bunaken ini adalah representasi nyata dari semangat merajut pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dari Sabang sampai Merauke. Kontribusi mereka akan terus dikenang sebagai bagian integral dari kemajuan ilmu pengetahuan dan aplikasi praktisnya di masyarakat.