News
Kemenparekraf Dorong Sinergi Daerah Percepat Penguatan Ekonomi Kreatif Nasional
29 December 2025
13:21 WIB
sumber gambar : akcdn.detik.net.id
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Melalui forum Dialog Prasasti yang diselenggarakan di Jakarta, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyoroti peran krusial pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif lokal. Diskusi strategis ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret guna memberdayakan ekosistem kreatif di seluruh wilayah Indonesia. Forum ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif. Keberhasilan pembangunan ekonomi kreatif sangat bergantung pada inisiatif dan dukungan yang berkelanjutan dari tingkat daerah.
Sektor ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga aplikasi dan game, yang tersebar di berbagai daerah. Namun, potensi ini seringkali belum tergarap maksimal karena berbagai tantangan seperti akses terhadap permodalan, jaringan pasar, serta kualitas sumber daya manusia. Kemenparekraf memandang bahwa setiap daerah memiliki identitas dan kekayaan budaya yang unik, yang dapat menjadi fondasi kuat untuk pengembangan produk dan layanan kreatif. Oleh karena itu, strategi penguatan ekonomi kreatif tidak bisa lagi bersifat sentralistik, melainkan harus diadaptasi dan diimplementasikan secara spesifik di tingkat regional. Pengembangan strategis ini diharapkan mampu mendorong kebanggaan lokal dan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
Menteri Teuku Riefky Harsya dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan holistik dan partisipatif dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Kemenparekraf siap memberikan dukungan penuh melalui berbagai program pendampingan, fasilitasi akses pasar, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif. Beliau juga menyoroti perlunya data dan riset yang akurat untuk memetakan potensi dan kebutuhan di setiap daerah, sehingga kebijakan yang dirumuskan dapat tepat sasaran. Arah kebijakan kementerian adalah menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan bagi industri kreatif. Transformasi ekonomi melalui sektor kreatif memerlukan pemahaman mendalam tentang karakteristik dan dinamika lokal.
Peran pemerintah daerah sangat vital dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi program-program yang relevan di lapangan. Hal ini mencakup penyusunan regulasi yang pro-ekonomi kreatif, alokasi anggaran daerah untuk pengembangan sektor ini, serta inisiatif untuk membangun jejaring antar-pelaku kreatif. Akademisi seperti Burhanuddin dan Nailul Huda turut menekankan bahwa identitas lokal dan kekayaan budaya daerah harus menjadi inspirasi utama dalam penciptaan produk kreatif. Pengembangan potensi daerah tidak hanya akan memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga memperkaya keragaman ekonomi kreatif nasional. Dessy Ruhati dari BNR mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang melibatkan berbagai pihak dalam upaya penguatan ini.
Dalam dialog tersebut, berbagai perspektif muncul dari perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi industri. Agus Syarip Hidayat dari perspektif pemerintah daerah mengungkapkan bagaimana motivasi dari Kemenparekraf dapat mendorong semangat inovasi di tingkat lokal. Sementara itu, Rian Firmansyah dari Celios menyoroti pentingnya menciptakan nilai tambah melalui kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan. Piter Abdullah juga menambahkan bahwa pengembangan identitas merek daerah adalah kunci untuk bersaing di pasar global. Nila Marita dan Yuke Sri Rahayu dari Kemenparekraf menggarisbawahi komitmen lembaga untuk terus mendampingi daerah dalam setiap langkah pengembangan. Sabar Norma Megawati Panjaitan menekankan bahwa pengembangan ini harus inklusif dan berkelanjutan.
Untuk mendukung percepatan ini, Kemenparekraf akan terus memperkuat program-program seperti inkubasi bisnis kreatif, pengembangan pusat-pusat kreatif daerah, serta platform digital untuk pemasaran produk lokal. Selain itu, upaya menjaring talenta-talenta kreatif muda di daerah juga menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan ekosistem. Kerjasama lintas sektor dan kolaborasi penta-helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media dianggap sebagai kunci sukses. Dengan demikian, diharapkan setiap daerah dapat menemukan dan mengembangkan keunggulan kreatifnya sendiri, bukan hanya untuk pasar domestik tetapi juga internasional. Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi kreatif global.
Dialog Prasasti ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya sinergis antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia. Sinergi yang kuat antara Kemenparekraf dan pemerintah daerah akan menjadi fondasi kokoh untuk pertumbuhan sektor ini di masa depan. Dengan penguatan ekonomi kreatif di tingkat daerah, diharapkan akan tercipta lebih banyak lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Komitmen bersama ini menegaskan visi Indonesia sebagai negara dengan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan inovatif di kancah global. Langkah ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan nasional melalui karya-karya kreatif anak bangsa.
Referensi:
finance.detik.com