News
Kalimantan Selatan Dikepung Banjir Luas, Ribuan Warga Terdampak Akibat Sungai Meluap
29 December 2025
13:37 WIB
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
Kalimantan Selatan (Kalsel) kini dihadapkan pada situasi darurat bencana banjir yang meluas, menyusul meluapnya sejumlah sungai besar di wilayah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung secara terus-menerus selama beberapa waktu terakhir. Akibatnya, ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan aktivitas perekonomian masyarakat di beberapa daerah pun lumpuh total. Kondisi ini telah menyebabkan keresahan mendalam di kalangan warga serta memerlukan respons cepat dari berbagai pihak terkait.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ini secara berkepanjangan telah mengakibatkan debit air pada sungai-sungai utama, seperti Sungai Barito dan anak-anak sungainya, mencapai ambang batas dan meluap. Data prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pola hujan ekstrem masih berpotensi terjadi, memperburuk kondisi genangan yang sudah ada. Luapan air ini dengan cepat menyebar ke dataran rendah dan permukiman padat penduduk, membuat warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan harta benda mereka. Peningkatan permukaan air sungai yang drastis ini menjadi penyebab utama bencana yang sedang terjadi di Kalsel.
Sejumlah daerah dilaporkan menjadi wilayah terdampak paling parah, antara lain sebagian Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, hingga Hulu Sungai Utara. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai satu hingga dua meter, memaksa warga harus mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Infrastruktur vital seperti jalan raya antarprovinsi dan jembatan penghubung desa kini terendam, sangat menghambat distribusi logistik dan upaya penyelamatan. Situasi ini secara signifikan mempersulit mobilitas warga serta tim penanggulangan bencana untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi.
Ribuan warga terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat yang didirikan oleh pemerintah daerah dan sukarelawan, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di lantai atas rumah mereka yang masih aman. Kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, pakaian kering, dan obat-obatan menjadi prioritas utama bagi para pengungsi. Kondisi kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, juga menjadi perhatian serius mengingat risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk dan paparan air banjir yang lama. Berbagai upaya sedang dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan layanan kesehatan yang memadai bagi mereka yang terdampak.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengaktifkan status siaga darurat bencana dan mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi serta pendistribusian bantuan. Koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, Basarnas, serta organisasi kemanusiaan terus diintensifkan guna mempercepat penanganan dampak banjir. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rawan bencana. Upaya mitigasi jangka panjang diharapkan dapat segera dirumuskan untuk menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.
Kerusakan infrastruktur yang meluas akibat banjir ini diperkirakan akan menimbulkan kerugian ekonomi yang substansial bagi Kalimantan Selatan. Area pertanian, perkebunan, dan peternakan yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal ikut terendam, mengancam mata pencaharian ribuan petani dan peternak. Proses pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga perencanaan strategis untuk rehabilitasi dan rekonstruksi yang komprehensif. Selain itu, diperlukan evaluasi mendalam terkait tata kelola lingkungan dan sistem drainase untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Situasi banjir di Kalimantan Selatan ini menuntut perhatian serius dan penanganan komprehensif dari semua pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa sangat krusial dalam menghadapi dan memulihkan kondisi pascabencana. Diharapkan, dengan upaya kolektif, warga Kalsel dapat segera bangkit dari keterpurukan ini dan kembali menjalani kehidupan normal dengan fasilitas yang memadai serta kesiapsiagaan yang lebih baik di masa depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan jiwa dan terpenuhinya kebutuhan dasar para korban.
Referensi:
mediaindonesia.com