News

Jejak Vulkanik Purba: Kunci Kekayaan Emas dan Tembaga di Gorontalo Terkuak

28 January 2026
14:36 WIB
Jejak Vulkanik Purba: Kunci Kekayaan Emas dan Tembaga di Gorontalo Terkuak
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Dosen Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muh Kasim, baru-baru ini mengungkap misteri di balik melimpahnya kandungan mineral emas dan tembaga di wilayah Gorontalo.
Penjelasan ini menyoroti bahwa kekayaan alam tersebut bukan sekadar kebetulan geografis, melainkan hasil dari proses geologi yang kompleks selama jutaan tahun.
Menurut Kasim, inti dari fenomena ini terletak pada jejak aktivitas vulkanik purba yang pernah sangat intens di daerah tersebut.
Pemahaman ini memberikan perspektif baru terhadap potensi sumber daya mineral di provinsi yang terletak di semenanjung utara Pulau Sulawesi ini.
Pencerahan dari pakar geologi ini menguak tabir sejarah bumi Gorontalo yang membentuk lanskap ekonominya saat ini dan masa depan.

Muh Kasim menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik purba merupakan generator utama pembentukan deposit mineral berharga seperti emas dan tembaga.
Ketika magma panas naik ke permukaan bumi, ia membawa serta larutan hidrotermal kaya mineral dari kedalaman.
Larutan ini kemudian bersirkulasi melalui retakan dan patahan batuan, mendingin, serta mengendapkan mineral-mineral tersebut dalam konsentrasi yang ekonomis.
Proses ini terjadi secara berulang selama jutaan tahun, menciptakan konsentrasi mineral yang signifikan di bawah permukaan Gorontalo.
Studi geologi mendalam telah mengidentifikasi beberapa formasi batuan di Gorontalo yang memang terbentuk dari hasil erupsi vulkanik kuno ini.

Lebih lanjut, Kasim mengindikasikan bahwa jenis deposit yang dominan di Gorontalo kemungkinan besar terkait dengan sistem porfiri atau epitermal, yang umum ditemukan di sabuk vulkanik.
Sistem porfiri, khususnya, dikenal sebagai salah satu sumber terbesar untuk tembaga dan seringkali berasosiasi dengan emas dalam jumlah besar.
Sementara itu, deposit epitermal biasanya terbentuk pada kedalaman lebih dangkal dan kaya akan emas serta perak.
Kehadiran struktur geologi seperti sesar dan rekahan menjadi jalur utama bagi fluida mineral untuk bergerak dan mengendap, membentuk urat-urat mineral yang berharga.
Topografi Gorontalo yang berbukit dan bergunung juga merupakan indikator visual dari aktivitas tektonik dan vulkanik masa lalu yang intens.

Aktivitas vulkanik masif yang dimaksud oleh Muh Kasim diperkirakan berlangsung pada era Tersier, jutaan tahun yang lalu, ketika lempeng tektonik di wilayah ini sangat aktif.
Interaksi antara Lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia di kawasan Sulawesi telah menciptakan kondisi geodinamika yang ideal untuk magmatisme dan vulkanisme ekstensif.
Batuan-batuan vulkanik dan intrusi yang kaya silika menjadi penanda utama dari periode geologi tersebut dan kini dapat ditemukan di berbagai lokasi di Gorontalo.
Penelusuran jejak-jejak batuan ini memungkinkan para geolog untuk merekonstruksi sejarah vulkanik Gorontalo dan memahami distribusi mineralnya secara lebih akurat.
Proses geologi yang berlangsung sangat lama ini telah membentuk kekayaan mineral yang kita lihat atau teliti saat ini, menjadikannya warisan bumi yang tak ternilai.

Penemuan dan pemahaman geologi ini sangat krusial bagi upaya eksplorasi dan pengembangan pertambangan di Gorontalo di masa depan.
Dengan mengetahui mekanisme pembentukan dan lokasi potensial deposit, perusahaan pertambangan dapat melakukan eksplorasi yang lebih terarah dan efisien.
Muh Kasim menekankan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas penambangan.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak merusak lingkungan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Gorontalo secara adil.
Edukasi dan penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan geologi ini demi kemajuan daerah serta kesejahteraan penduduknya.

Dengan demikian, penjelasan dari Dosen Teknik Geologi UNG Muh Kasim tidak hanya mengungkap alasan di balik kekayaan mineral Gorontalo, tetapi juga memberikan peta jalan untuk penelitian dan pemanfaatan sumber daya di masa depan.
Jejak vulkanik purba bukan lagi sekadar sejarah geologi, melainkan fondasi penting bagi potensi ekonomi provinsi yang berkelanjutan.
Pemahaman mendalam tentang proses bumi ini akan terus menjadi landasan bagi strategi pembangunan berkelanjutan di Gorontalo.
Para peneliti dan pemangku kepentingan diharapkan dapat berkolaborasi secara erat untuk mengelola warisan geologi ini dengan bijaksana dan profesional.
Kekayaan emas dan tembaga Gorontalo adalah pengingat akan dinamika bumi yang menakjubkan dan potensinya yang tak terbatas jika dikelola dengan ilmu pengetahuan yang tepat dan etika yang kuat.

Referensi: gorontalo.tribunnews.com