Harga Emas Antam Anjlok Rp 22.000 per Gram di Momen Tahun Baru Imlek 2026
18 February 2026
10:15 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
JAKARTA – Momen Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 dikejutkan dengan kabar kurang menggembirakan bagi sebagian investor emas. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Penurunan harga tersebut mencapai Rp 22.000 per gram pada hari raya Imlek tahun ini. Fenomena ini tentu menarik perhatian para pelaku pasar dan masyarakat umum yang memiliki investasi dalam bentuk logam mulia. Harga emas Antam seringkali menjadi barometer penting bagi sentimen pasar komoditas domestik.
Penurunan drastis ini mencerminkan fluktuasi yang cukup tajam dalam pasar emas di awal tahun. Harga emas Antam yang anjlok di tanggal 17 Februari 2026 menandai pergerakan harga yang tidak terduga pada hari libur nasional. Biasanya, pergerakan harga yang signifikan seperti ini dipantau secara ketat oleh para investor. Konsumen yang berencana membeli atau menjual emas melalui gerai resmi seperti Galeri 24 juga perlu mencermati perkembangan terkini. Informasi ini menjadi krusial untuk pengambilan keputusan investasi yang bijak.
Meskipun penyebab pasti penurunan harga belum dirilis secara detail, para analis pasar menduga bahwa sentimen pasar global turut memainkan peran. Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga acuan bank sentral utama dunia atau penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat bisa menjadi pemicu utama. Pergerakan harga komoditas logam mulia seperti emas sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi makro. Situasi geopolitik global yang stabil atau laporan ekonomi yang positif dari negara-negara besar juga dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset "safe haven." Kondisi ini pada gilirannya menekan harga di pasar domestik, termasuk di Indonesia.
Bagi para calon pembeli, penurunan harga ini tentu menjadi peluang menarik untuk mengakumulasi investasi emas dengan harga yang lebih terjangkau. Sebaliknya, bagi mereka yang berencana menjual emas dalam waktu dekat, anjloknya harga bisa berarti potensi kerugian atau setidaknya keuntungan yang lebih rendah. Momen Imlek sendiri seringkali dikaitkan dengan tradisi pemberian hadiah berupa emas atau perhiasan, sehingga perubahan harga ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Investor jangka panjang mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harian, namun tetap perlu waspada terhadap tren jangka menengah. Mempertimbangkan tujuan investasi adalah hal yang sangat penting dalam kondisi pasar seperti ini.
Volatilitas harga emas bukanlah hal baru, dan pasar telah menyaksikan berbagai pasang surut harga dalam beberapa tahun terakhir. Emas seringkali dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, pergerakan harga yang signifikan pada hari libur nasional seperti Imlek ini cukup menarik perhatian. Pada periode-periode tertentu di masa lalu, pasar emas justru menunjukkan penguatan di sekitar momen perayaan besar. Dinamika antara penawaran dan permintaan domestik, ditambah faktor global, selalu menjadi penentu utama pergerakan harganya.
Para ekonom dan pengamat pasar memprediksi bahwa pergerakan harga emas akan terus dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Kinerja ekonomi Tiongkok setelah libur Imlek, serta kebijakan moneter Bank Indonesia, akan menjadi sorotan utama. Investor disarankan untuk memantau data ekonomi global dan berita terbaru mengenai kebijakan bank sentral. Analisis dari institusi keuangan besar seperti UBS, yang kerap merilis proyeksi harga logam mulia, juga bisa menjadi acuan penting. Kehati-hatian dalam berinvestasi di tengah ketidakpastian menjadi kunci sukses.
Masyarakat yang tertarik untuk membeli atau menjual emas Antam disarankan untuk selalu memantau harga resmi melalui situs web PT Aneka Tambang Tbk atau gerai-gerai resmi seperti Galeri 24. Selain itu, perbandingan harga dari berbagai sumber terpercaya juga penting untuk mendapatkan penawaran terbaik. Pastikan untuk melakukan transaksi di tempat yang terverifikasi demi menghindari risiko penipuan. Setiap transaksi logam mulia memerlukan ketelitian dan informasi yang akurat dari sumber resmi.
Dengan demikian, penurunan harga emas Antam sebesar Rp 22.000 per gram pada 17 Februari 2026 di momen Tahun Baru Imlek menjadi pengingat akan dinamika pasar komoditas. Meskipun mengejutkan, fenomena ini membuka peluang dan tantangan tersendiri bagi investor. Pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas sangat esensial untuk mengoptimalkan strategi investasi. Keputusan yang didasari informasi lengkap dan analisis yang matang akan membantu investor menavigasi volatilitas pasar ini.