News
Harga Emas 24 Karat Jelang Akhir Tahun 2025: Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi Stabil Menarik
29 December 2025
13:32 WIB
sumber gambar : liputan6.com
Jakarta, 27 Desember 2025 – Pasar emas domestik menunjukkan stabilitas yang cukup menarik menjelang penutupan tahun 2025, dengan harga emas 24 karat yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Pegadaian, dan Hartadinata Abadi mengalami fluktuasi minim. Kondisi ini memberikan gambaran jelas bagi investor maupun masyarakat umum yang tengah mempertimbangkan investasi safe-haven di tengah dinamika ekonomi global. Data terbaru pada Sabtu ini menjadi sorotan utama, terutama bagi mereka yang memantau pergerakan harga komoditas berharga ini secara berkala. Stabilitas harga ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati namun optimistis menyambut tahun baru, menjadikan emas sebagai pilihan aset yang tetap relevan.
PT Antam Tbk, sebagai pemain kunci dalam industri emas di Indonesia, melaporkan harga emas batangan 24 karat di level yang relatif terjaga. Misalnya, untuk ukuran standar 1 gram, harga jual tercatat di kisaran Rp 1.375.000 per gram, dengan harga pembelian kembali (buyback) sekitar Rp 1.250.000 per gram. Pergerakan harga ini menunjukkan sedikit penyesuaian dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya, namun tidak signifikan. Investor yang ingin melakukan transaksi melalui Antam dapat mengakses informasi detail melalui situs web resmi perusahaan atau langsung mengunjungi gerai Butik Emas Antam yang tersebar di berbagai kota besar. Ketersediaan berbagai pecahan emas Antam juga memberikan fleksibilitas bagi para investor dengan modal yang bervariasi.
Sementara itu, Pegadaian menawarkan ragam pilihan emas 24 karat dari berbagai produsen, termasuk emas batangan Antam dan UBS, dengan harga yang kompetitif dan mudah dijangkau masyarakat luas. Untuk emas Antam 24 karat di Pegadaian, harga per gramnya terpantau tidak jauh berbeda dari harga resmi Antam, yakni sekitar Rp 1.405.000 untuk cetakan 1 gram. Emas UBS, sebagai alternatif populer lainnya, diperdagangkan di sekitar Rp 1.350.000 per gram. Layanan penjualan dan pembelian kembali emas di Pegadaian yang tersebar luas, baik secara fisik maupun digital, semakin mempermudah masyarakat untuk berinvestasi emas. Model cicilan emas yang ditawarkan Pegadaian juga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor pemula.
Hartadinata Abadi, salah satu produsen perhiasan dan emas batangan swasta terkemuka di Indonesia, juga menunjukkan stabilitas harga yang serupa. Emas dari Hartadinata Abadi seringkali menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari harga lebih bersaing dengan kualitas terjamin. Harga emas 24 karat Hartadinata untuk ukuran 1 gram berada di kisaran Rp 1.365.000, sedikit lebih rendah dari Antam namun tetap menjaga margin keuntungan yang sehat bagi perusahaan. Perusahaan ini terus berinovasi dalam produk emasnya, termasuk kolaborasi dengan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Kehadiran Hartadinata Abadi memberikan opsi lain yang memperkaya lanskap pasar emas domestik, mendorong kompetisi yang sehat.
Stabilitas harga emas di penghujung tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi dan geopolitik global. Ketidakpastian terkait kebijakan moneter bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, dan prospek inflasi global tetap menjadi pendorong utama bagi permintaan emas sebagai lindung nilai. Pelemahan moderat indeks dolar AS dalam beberapa pekan terakhir juga turut mendukung harga emas di pasar internasional. Para analis pasar memprediksi bahwa emas akan terus menjadi aset favorit di tengah potensi perlambatan ekonomi global tahun depan. Faktor-faktor ini secara kolektif membentuk landasan yang kokoh bagi pergerakan harga emas saat ini.
Di sisi lain, minat investor domestik terhadap emas tetap tinggi, didorong oleh kesadaran akan pentingnya diversifikasi aset dan perlindungan nilai terhadap inflasi. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk menambah portofolio emas mereka atau sekadar menyimpan dana dalam bentuk fisik. Edukasi mengenai investasi emas yang terus digalakkan oleh berbagai pihak juga turut meningkatkan partisipasi masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang, tetapi juga sebagai alat pelindung kekayaan yang efektif di masa-masa ketidakpastian ekonomi.
Dengan prospek ekonomi global yang masih dibayangi berbagai tantangan, emas diproyeksikan akan mempertahankan perannya sebagai aset safe-haven yang resilient. Para ahli menyarankan investor untuk tetap memantau perkembangan pasar secara cermat dan mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang mereka. Harga emas yang cenderung stabil ini mungkin menjadi kesempatan bagi investor untuk mengakumulasi emas sebelum potensi kenaikan harga di awal tahun baru. Keputusan investasi yang bijak selalu didasarkan pada analisis mendalam dan pemahaman risiko pasar yang ada.
Referensi:
www.liputan6.com