News

Samarinda Bersiap Revitalisasi Tepi Sungai dengan Anggaran Rp1,7 Triliun dari Pemprov Kaltim

3 February 2026
09:56 WIB
Samarinda Bersiap Revitalisasi Tepi Sungai dengan Anggaran Rp1,7 Triliun dari Pemprov Kaltim
sumber gambar : img.antaranews.com
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melangkah maju dengan rencana ambisius untuk merevitalisasi kawasan tepi Sungai Mahakam di Samarinda, mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp1,7 triliun. Proyek strategis ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah kota tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta potensi ekonomi lokal. Dengan visi jangka panjang, pembangunan ini diproyeksikan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas Samarinda sebagai kota tepi sungai yang modern dan berkelanjutan. Inisiatif ini menandai komitmen kuat pemerintah provinsi dalam pembangunan infrastruktur perkotaan yang berdampak luas.

Transformasi kawasan tepi sungai ini direncanakan mencakup pembangunan fasilitas publik modern, area hijau terbuka, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta ruang komersial dan budaya. Konsep desain akan mengedepankan integrasi antara elemen alam dan urban, menciptakan harmoni yang menarik bagi warga maupun wisatawan. Pengembangannya tidak hanya sebatas estetika, melainkan juga fungsi, dengan mempertimbangkan aspek mitigasi banjir dan pengelolaan lingkungan sungai yang lestari. Setiap detail perencanaan dipertimbangkan matang agar proyek ini memberikan manfaat optimal bagi seluruh lapisan masyarakat Samarinda.

Target utama dari proyek revitalisasi ini adalah menjadikan tepi Sungai Mahakam sebagai pusat aktivitas baru yang multifungsi. Kawasan ini akan dioptimalkan sebagai destinasi wisata unggulan, lokasi rekreasi keluarga, sekaligus pusat kuliner dan UMKM yang mendorong perputaran ekonomi lokal. Peningkatan aksesibilitas dan keamanan juga menjadi prioritas, memastikan bahwa setiap sudut area dapat dinikmati dengan nyaman oleh semua kalangan. Diharapkan, kawasan ini akan menjadi daya tarik utama yang memicu pertumbuhan sektor pariwisata dan jasa di ibu kota Kaltim.

Dana sebesar Rp1,7 triliun menunjukkan skala dan kompleksitas proyek yang akan digarap secara bertahap. Meskipun sebagian besar dana berasal dari APBD Provinsi Kaltim, pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui skema kemitraan publik-swasta (KPS) untuk mempercepat realisasi dan memastikan keberlanjutan. Mekanisme pendanaan yang beragam ini bertujuan untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa membebani satu sumber anggaran saja. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan setiap rupiah anggaran menjadi fokus utama pemerintah.

Pelaksanaan proyek sebesar ini tentu akan melibatkan sejumlah tantangan, mulai dari pembebasan lahan yang mungkin diperlukan, penataan ulang infrastruktur yang ada, hingga memastikan studi dampak lingkungan (AMDAL) terlaksana dengan cermat. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan terkait sejak dini guna meminimalkan potensi konflik dan mengakomodasi aspirasi warga. Pendekatan partisipatif ini sangat penting untuk menciptakan rasa kepemilikan dan dukungan komunitas terhadap proyek yang sedang berjalan.

Beberapa studi banding telah dilakukan ke kota-kota lain yang berhasil merevitalisasi kawasan sungainya, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mengadopsi praktik terbaik dan inovasi terbaru. Pelajaran dari keberhasilan dan kegagalan proyek serupa menjadi acuan penting dalam menyusun strategi pembangunan yang komprehensif. Penggunaan teknologi terkini dalam perencanaan urban dan konstruksi juga akan dipertimbangkan untuk menciptakan kawasan tepi sungai yang modern dan efisien. Hal ini akan memastikan bahwa Samarinda mendapatkan fasilitas terbaik yang berkelas internasional.

Kawasan tepi sungai yang baru ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan Samarinda tetapi juga menjadi salah satu penunjang strategis bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun. Dengan posisinya yang berdekatan, Samarinda akan berperan sebagai kota penyangga yang menyediakan fasilitas rekreasi dan komersial yang modern bagi warga IKN maupun wisatawan yang berkunjung. Integrasi pembangunan regional antara Samarinda dan IKN menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang saling mendukung dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Secara keseluruhan, proyek pembangunan kawasan tepi sungai di Samarinda dengan alokasi Rp1,7 triliun ini merupakan manifestasi dari visi besar Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mewujudkan Samarinda yang lebih maju, indah, dan berdaya saing. Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan peningkatan daya tarik kota. Dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang cermat, Samarinda akan segera memiliki wajah baru yang membanggakan.

Referensi: www.antaranews.com