News

PT ISM Donasikan Lahan Reklamasi 110 Hektare untuk Markas Grup 4 Kopassus di Kukar

18 February 2026
10:08 WIB
PT ISM Donasikan Lahan Reklamasi 110 Hektare untuk Markas Grup 4 Kopassus di Kukar
sumber gambar : static.promediateknologi.id
PT Indominco Mandiri (ISM) secara resmi menyerahkan hibah lahan seluas 110 hektare kepada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 4, yang akan dialokasikan sebagai lokasi markas baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penyerahan aset strategis ini menandai sebuah langkah penting dalam penguatan infrastruktur pertahanan negara, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Lahan yang dihibahkan ini memiliki latar belakang unik, di mana sebelumnya merupakan area operasional pertambangan batu bara milik PT ISM. Proses reklamasi lahan telah dilakukan secara bertahap dan menyeluruh oleh perusahaan, menjadikannya layak untuk pengembangan fasilitas militer yang modern dan fungsional. Inisiatif ini menunjukkan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung kepentingan nasional.

Pembangunan markas Grup 4 Kopassus di lahan seluas 110 hektare ini diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas dan responsibilitas pasukan elite TNI AD dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara. Dengan lokasi yang strategis di Kukar, keberadaan markas baru ini akan mempermudah mobilitas dan kesiapan operasional prajurit Kopassus dalam menghadapi berbagai tantangan. Fasilitas yang memadai tentunya akan mendukung pelatihan intensif dan penempatan personel yang lebih efektif di tengah dinamika regional. Keberadaan Kopassus di wilayah ini juga dipandang krusial dalam mendukung stabilitas keamanan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Kukar. Langkah ini mencerminkan visi jangka panjang TNI untuk memperkuat kehadiran militernya di Pulau Kalimantan.

PT ISM, sebagai salah satu pelaku industri pertambangan, menunjukkan komitmen kuat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan keberlanjutan lingkungan melalui hibah ini. Lahan bekas tambang yang telah direklamasi ini menjadi contoh nyata bagaimana area pascatambang dapat direvitalisasi dan memiliki nilai guna yang baru. Proses reklamasi yang dilakukan tidak hanya sekadar penutupan lubang, tetapi juga meliputi penataan lahan, revegetasi, dan pengelolaan air, sehingga ekosistem dapat pulih dan bermanfaat. Penyerahan lahan yang telah pulih ini adalah bukti bahwa reklamasi tambang bukan hanya kewajiban, melainkan juga peluang untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan negara. Kontribusi ini menegaskan peran aktif sektor swasta dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kabupaten Kutai Kartanegara dipilih sebagai lokasi markas baru bukan tanpa alasan, mengingat posisinya yang strategis di Kalimantan Timur. Pembangunan markas militer berskala besar ini diperkirakan akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, termasuk penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan sektor pendukung. Proses penyerahan hibah lahan berskala besar seperti ini tentu melibatkan koordinasi yang erat antara PT ISM, Kementerian Pertahanan, dan pemerintah daerah. Aspek legalitas dan administrasi lahan harus dipastikan telah rampung sepenuhnya sebelum pembangunan infrastruktur dimulai. Ini menjamin kepastian hukum dan kelancaran proyek pembangunan fasilitas pertahanan negara.

Penguatan pertahanan di Kalimantan, khususnya dengan kehadiran markas Kopassus Grup 4, memiliki implikasi strategis yang luas bagi keamanan nasional. Pulau Kalimantan, dengan letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan beberapa negara, membutuhkan sistem pertahanan yang tangguh dan siap siaga. Keberadaan markas pasukan khusus ini akan memperkuat daya tangkal dan kemampuan respons cepat terhadap ancaman apa pun, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, pengembangan infrastruktur militer modern di wilayah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk pemerataan pembangunan dan kekuatan militer di seluruh penjuru Indonesia. Ini adalah bagian integral dari strategi pertahanan komprehensif negara.

Secara keseluruhan, hibah lahan 110 hektare dari PT ISM untuk markas Kopassus Grup 4 di Kukar merupakan sebuah kolaborasi yang patut dicontoh antara entitas swasta dan negara. Inisiatif ini tidak hanya menyelesaikan masalah pemanfaatan lahan bekas tambang melalui reklamasi yang sukses, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan pertahanan nasional. Diharapkan, pembangunan markas baru ini dapat segera terealisasi untuk mendukung kesiapan operasional Kopassus dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ini adalah langkah maju dalam menunjukkan bahwa sektor swasta dapat berperan vital dalam mendukung keamanan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Referensi: www.prokal.co