News
Pertamina Resmikan Groundbreaking Kilang Bioavtur 6.000 Bph di Cilacap, Perkuat Komitmen Energi Bersih
10 February 2026
09:57 WIB
sumber gambar : foto.kontan.co.id
PT Pertamina (Persero) secara resmi memulai pembangunan atau groundbreaking kilang Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur berkapasitas 6.000 barel per jam (Bph) di Cilacap, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (6/2/2026). Proyek strategis ini menandai langkah monumental Indonesia dalam transisi energi menuju keberlanjutan. Pembangunan kilang ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina untuk mendukung upaya pengurangan emisi global dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2050. Kehadiran fasilitas ini diharapkan akan memposisikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam produksi energi bersih untuk sektor penerbangan. Inisiatif ini juga menggarisbawahi tekad pemerintah dan BUMN untuk mendorong inovasi di sektor energi nasional.
Kilang bioavtur di Cilacap ini memiliki peran krusial dalam peta jalan energi bersih Indonesia dan dunia. Dengan kapasitas produksi yang signifikan, fasilitas ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, menunjukkan ambisi besar Pertamina. Upaya ini sejalan dengan tuntutan global akan dekarbonisasi industri penerbangan yang semakin mendesak. Sektor aviasi secara global terus mencari solusi untuk mengurangi jejak karbonnya, dan SAF adalah jawaban yang paling menjanjikan. Proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan kilang, melainkan juga investasi jangka panjang bagi masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi bangsa.
Salah satu keunggulan utama kilang bioavtur ini terletak pada pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah, yaitu minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak jelantah atau minyak goreng bekas. Penggunaan CPO sebagai bahan baku utama akan memberikan nilai tambah bagi komoditas pertanian unggulan Indonesia, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan. Lebih lanjut, pemrosesan minyak jelantah merupakan langkah inovatif dalam prinsip ekonomi sirkular, mengubah limbah menjadi energi bernilai tinggi. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mempromosikan praktik pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
Pembangunan kilang di Cilacap ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang positif dan signifikan bagi masyarakat sekitar dan perekonomian nasional. Proyek ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional, serta mendorong pertumbuhan industri pendukung. Dari sisi strategis, ketersediaan bioavtur domestik akan meningkatkan kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar pesawat. Ini juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global, khususnya di sektor bioenergi, membuka peluang ekspor ke pasar internasional yang haus akan solusi energi bersih.
Pemerintah Indonesia telah menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek-proyek energi hijau seperti kilang bioavtur ini melalui berbagai kebijakan dan insentif. Dukungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong investasi di sektor energi terbarukan dan mencapai target Net Zero Emission 2050. Pertamina sendiri, sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia, telah lama berkomitmen pada konsep 'kilang hijau' dan diversifikasi portofolio energinya. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang berorientasi pada keberlanjutan dan inovasi teknologi.
Kehadiran kilang bioavtur ini juga akan mendukung maskapai nasional, termasuk Pelita Air, dalam memenuhi standar emisi internasional yang semakin ketat. Pelita Air, sebagai bagian dari grup Pertamina, berpotensi menjadi pengguna awal bioavtur produksi dalam negeri, menunjukkan kesiapan industri penerbangan nasional untuk beralih ke energi bersih. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menarik minat maskapai internasional yang beroperasi di Indonesia untuk menggunakan SAF yang diproduksi secara lokal. Ini akan memicu peningkatan permintaan dan mendorong skala produksi bioavtur di masa mendatang, memastikan keberlanjutan pasokan untuk industri penerbangan yang terus berkembang.
Proyek ini bukan hanya tentang kapasitas produksi, melainkan juga tentang menciptakan ekosistem energi yang lebih hijau. Dengan mengurangi emisi karbon secara signifikan dari sektor penerbangan, kilang ini berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim. Pemanfaatan limbah seperti minyak jelantah juga menjadi contoh nyata bagaimana solusi inovatif dapat mengatasi masalah lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi. Langkah ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan seiring, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Groundbreaking kilang bioavtur di Cilacap ini adalah tonggak sejarah penting bagi Indonesia dalam upaya mencapai masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ini menunjukkan visi jauh ke depan Pertamina dan pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global serta membangun kemandirian energi. Kilang ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan energi bersih bagi sektor penerbangan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam pengembangan dan produksi bioenergi. Dengan demikian, Indonesia semakin mantap melangkah menuju tercapainya target Net Zero Emission 2050 dan menjadi bangsa yang lebih hijau.
Referensi:
industri.kontan.co.id