News
Net Sell Asing Menggerus IHSG Jelang Libur Panjang, Bagaimana Prospek Bursa Pasca-Istirahat?
18 February 2026
09:58 WIB
sumber gambar : foto.kontan.co.id
Pasar modal Indonesia menghadapi akhir pekan panjang dengan catatan yang beragam setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual bersih signifikan oleh investor asing yang mencapai Rp 2,3 triliun. Meskipun demikian, kinerja mingguan IHSG menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan kenaikan impresif sebesar 3,49% sepanjang pekan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah pergerakan bursa saham setelah libur panjang usai, serta sektor-sektor mana yang berpotensi memimpin penguatan. Analis pasar mulai memetakan strategi dan potensi investasi pasca-liburan untuk para pelaku pasar.
Aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 2,3 triliun pada hari Jumat (13/2) menjadi sorotan utama yang membebani pergerakan IHSG. Beberapa saham unggulan dan berkapitalisasi besar (big caps) menjadi sasaran utama divestasi oleh investor global. Saham seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat dalam daftar jual asing terbesar. Fenomena net sell jelang libur panjang seringkali diinterpretasikan sebagai langkah profit taking atau mitigasi risiko oleh investor yang tidak ingin terpapar fluktuasi pasar saat bursa tutup. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam menghadapi ketidakpastian jangka pendek.
Kontras dengan pelemahan di hari terakhir perdagangan, IHSG berhasil membukukan kenaikan kumulatif sebesar 3,49% sepanjang pekan yang berakhir 13 Februari 2026. Performa positif ini ditopang oleh sentimen pasar yang optimis pada awal pekan, mungkin didorong oleh rilis data ekonomi domestik yang positif atau ekspektasi kinerja korporasi yang membaik. Kenaikan substansial ini menunjukkan bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap menarik bagi sebagian investor, meskipun ada tekanan jual di akhir pekan. Ketahanan IHSG dalam menghadapi tekanan net sell pada hari Jumat juga mengindikasikan adanya kekuatan beli domestik yang cukup kuat.
Proyeksi pergerakan IHSG setelah libur panjang menjadi fokus utama para investor dan analis. Para pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen global, termasuk data ekonomi dari negara-negara maju dan pergerakan harga komoditas dunia. Di dalam negeri, kebijakan pemerintah terkait ekonomi, inflasi, serta stabilitas nilai tukar Rupiah akan sangat berpengaruh. Beberapa analis meyakini bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan, didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang relatif solid. Namun, mereka juga mengingatkan akan potensi volatilitas yang mungkin timbul dari faktor eksternal yang tidak terduga.
Sejumlah sektor diproyeksikan memiliki peluang cerah untuk mendulang keuntungan pasca-libur panjang. Sektor transportasi, misalnya, diperkirakan akan diuntungkan oleh mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa liburan, serta potensi peningkatan volume logistik. Sektor energi juga menarik perhatian mengingat dinamika harga komoditas global yang fluktuatif, dengan beberapa subsektor menunjukkan kinerja solid. Selain itu, sektor infrastruktur dan barang baku diharapkan mendapatkan dorongan dari proyek-proyek pembangunan pemerintah dan permintaan industri yang terus meningkat. Investor disarankan untuk memperhatikan saham-saham di sektor-sektor ini yang memiliki fundamental kuat.
Untuk menghadapi periode pasca-libur, strategi investasi yang cermat sangat dibutuhkan oleh para investor. Analis merekomendasikan untuk tidak hanya fokus pada saham-saham yang sebelumnya mengalami tekanan jual, melainkan juga mencari peluang di saham-saham yang berpotensi rebound atau memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. Saham-saham di sektor perbankan besar yang sempat dilepas asing, seperti BBCA dan BBRI, bisa kembali dicermati jika sentimen pasar membaik. Sementara itu, saham di sektor energi seperti BUMI, atau teknologi seperti GOTO, perlu dianalisis lebih dalam terkait katalis positif yang mampu mendorong kinerjanya. Diversifikasi portofolio dan pemantauan berita secara intensif menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.
Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik menjelang dan setelah libur panjang di awal Februari 2026 ini. Meskipun tekanan jual asing menghiasi penutupan pekan, ketahanan IHSG secara mingguan memberikan optimisme bagi prospek ke depan. Investor perlu menyikapi pergerakan pasar dengan bijak, memadukan analisis teknikal dan fundamental untuk mengidentifikasi peluang. Dengan pemahaman yang mendalam tentang sektor-sektor prospektif dan strategi investasi yang tepat, para pelaku pasar dapat memaksimalkan potensi keuntungan di tengah fluktuasi pasar yang selalu ada. Periode pasca-libur akan menjadi ujian sekaligus peluang bagi kekuatan pasar modal nasional.
Referensi:
investasi.kontan.co.id