News

Jenazah Penambang Korban Longsor Bangka Tiba di Banten Setelah Enam Hari Pencarian

10 February 2026
10:10 WIB
Jenazah Penambang Korban Longsor Bangka Tiba di Banten Setelah Enam Hari Pencarian
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Jenazah Soleh Hidayat, seorang penambang timah berusia 34 tahun asal Sumur, Pandeglang, Banten, akhirnya tiba di kampung halamannya pada Minggu (8/2/2026), setelah dinyatakan hilang dan tertimbun longsor selama enam hari di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Kedatangan jenazah membawa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat yang telah menanti dengan harap-harap cemas. Soleh Hidayat menjadi korban dari insiden tragis yang menimpa lokasi penambangan timah ilegal atau konvensional di wilayah tersebut. Proses pencarian yang intensif akhirnya membuahkan hasil, meskipun dengan kenyataan pahit bahwa ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Peristiwa ini sekali lagi menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para pekerja di sektor pertambangan yang tidak memiliki standar keamanan memadai.

Insiden nahas yang merenggut nyawa Soleh Hidayat terjadi di area penambangan timah yang diduga beroperasi tanpa izin resmi di Pemali, Bangka, sekitar enam hari sebelum jenazahnya ditemukan. Longsoran tanah yang tiba-tiba menimbun lokasi kerja Soleh dan beberapa rekannya menjadi pemicu utama tragedi tersebut. Kondisi tanah yang labil, ditambah dengan cuaca ekstrem yang mungkin memperburuk struktur tanah, seringkali menjadi faktor pemicu bencana serupa di daerah pertambangan. Para penambang, dalam upaya mencari nafkah, kerap kali terpaksa bekerja di lingkungan berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa mereka setiap saat. Musibah ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat aktivitas penambangan tanpa prosedur keselamatan yang ketat.

Upaya pencarian dan evakuasi terhadap Soleh Hidayat melibatkan tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas) setempat, kepolisian, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu. Medan yang sulit dan timbunan material longsor yang cukup tebal menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat selama proses evakuasi. Selama enam hari, harapan terus menyelimuti, meskipun setiap jam berlalu membawa kekhawatiran yang semakin besar akan keselamatan korban. Dengan peralatan seadanya dan kerja keras tanpa henti, tim akhirnya berhasil menemukan posisi jenazah Soleh Hidayat di bawah timbunan tanah. Keberhasilan dalam menemukan jenazah, meskipun diselimuti duka, setidaknya memberikan kelegaan bagi keluarga untuk dapat memakamkan secara layak.

Di kediaman keluarga di Sumur, Pandeglang, Banten, suasana haru dan pilu menyelimuti sejak kabar longsor diterima. Istri dan anak-anak Soleh, bersama kerabat dekat, terus memanjatkan doa dan menanti kabar dengan penuh harap, meskipun beratnya kenyataan mulai terasa. Tetangga dan kerabat secara bergantian memberikan dukungan moral dan bantuan praktis kepada keluarga yang sedang berduka. Komunitas setempat turut merasakan kesedihan yang mendalam atas kehilangan Soleh, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga. Kedatangan jenazah menjadi puncak dari penantian panjang yang diwarnai kegelisahan, mengubah harapan menjadi kepastian yang pahit.

Jenazah Soleh Hidayat diterbangkan dari Pangkalpinang, Bangka Belitung, menuju Banten setelah seluruh proses identifikasi dan administrasi rampung dilakukan. Proses pemulangan jenazah difasilitasi oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga sosial yang peduli. Saat tiba di rumah duka, tangis keluarga dan kerabat pecah, menyambut kedatangan jasad almarhum yang telah lama dinanti. Peti jenazah yang diturunkan dari ambulans disambut dengan sholawat dan doa, menandai akhir dari perjalanan panjang dan pencarian yang melelahkan. Kehadiran jenazah di tengah keluarga menjadi momen paling menyedihkan, sekaligus penutup dari sebuah babak duka yang mendalam.

Pemerintah daerah setempat dan pihak terkait menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Soleh Hidayat. Tragedi ini diharapkan dapat menjadi pengingat serius bagi semua pihak mengenai bahaya yang mengintai di sektor pertambangan ilegal atau yang tidak memenuhi standar keselamatan. Peningkatan pengawasan, penegakan hukum yang lebih ketat, serta edukasi tentang praktik penambangan yang aman sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Kepergian Soleh Hidayat meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan juga menjadi cermin bagi kondisi ketenagakerjaan di sektor pertambangan yang masih rentan terhadap kecelakaan kerja fatal.

Referensi: banten.tribunnews.com