News

Harga Perak Antam Anjlok Rp11.000 pada Jumat, Dipicu Tekanan Pasar Global

10 February 2026
10:00 WIB
Harga Perak Antam Anjlok Rp11.000 pada Jumat, Dipicu Tekanan Pasar Global
sumber gambar : kly.akamaized.net
Harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Logam mulia berwarna putih ini mengalami anjlok sebesar Rp 11.000 per gram, bergerak seirama dengan tekanan jual yang melanda pasar komoditas global. Penurunan tajam ini terjadi menjelang akhir pekan, memicu perhatian dari para investor dan pelaku pasar di tengah volatilitas harga komoditas. Situasi ini menunjukkan sensitivitas harga perak domestik terhadap dinamika pasar internasional yang terus bergerak. Fluktuasi harga tersebut menjadi indikator penting bagi kondisi ekonomi makro global.

Dengan penurunan drastis tersebut, harga perak Antam diperkirakan berada pada level yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Sebagai contoh, jika sebelumnya harga perak berada di kisaran Rp 130.000 per gram, kini harganya bisa mencapai Rp 119.000 per gram, membuat momentum ini menjadi perhatian bagi calon pembeli. Penyesuaian harga jual kembali (buyback) juga kemungkinan besar mengalami koreksi serupa, mempengaruhi keputusan investasi jangka pendek. Fluktuasi ini tentu saja menciptakan ruang bagi spekulator, namun juga menghadirkan risiko bagi investor konservatif. Pergerakan harga harian ini sangat penting untuk dipantau bagi mereka yang berkecimpung dalam investasi logam mulia.

Penyebab utama anjloknya harga perak Antam tidak terlepas dari tren yang terjadi di bursa komoditas dunia. Data ekonomi global terbaru yang menunjukkan perlambatan di sektor manufaktur dan potensi kenaikan suku bunga acuan oleh beberapa bank sentral utama telah membebani sentimen pasar. Selain itu, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama lainnya juga seringkali menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar, termasuk perak. Para analis pasar memperkirakan bahwa ketidakpastian geopolitik dan inflasi yang persisten turut berkontribusi pada volatilitas harga logam industri dan investasi ini. Kondisi makroekonomi global yang kurang stabil menjadi faktor penentu utama arah pergerakan harga perak.

Sebagai produsen dan distributor logam mulia terbesar di Indonesia, Antam memiliki peran krusial dalam menentukan harga patokan perak di pasar domestik. Mekanisme penetapan harga Antam secara langsung mengikuti pergerakan harga perak di bursa global, memastikan transparansi dan relevansi harga bagi konsumen Indonesia. Penurunan harga ini dapat menjadi peluang bagi beberapa investor untuk masuk, melihat potensi pemulihan harga di masa mendatang. Namun, bagi mereka yang berencana menjual, ini mungkin bukan waktu yang ideal, mengingat potensi kerugian jangka pendek yang harus dihadapi. Pasar domestik merespons secara cepat terhadap setiap perubahan signifikan di pasar internasional, dan Antam menjadi cermin utama dari respons tersebut.

Bagi investor perak, volatilitas harga seperti yang terjadi pada hari Jumat ini merupakan bagian intrinsik dari investasi komoditas. Perak dikenal memiliki karakteristik ganda sebagai safe-haven aset dan logam industri, sehingga harganya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Investor jangka panjang mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan harian ini, melainkan lebih fokus pada fundamental dan prospek ekonomi jangka panjang. Sebaliknya, investor jangka pendek atau trader akan berusaha memanfaatkan fluktuasi ini untuk meraih keuntungan, meskipun dengan risiko yang lebih tinggi. Keputusan investasi pada perak selalu memerlukan analisis mendalam mengenai tren pasar dan tujuan keuangan individu.

Meskipun mengalami penurunan tajam, para pelaku pasar akan terus memantau pergerakan harga perak global di sesi perdagangan selanjutnya. Rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Eropa pada minggu depan dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah pergerakan harga komoditas. Kondisi pasar keuangan yang dinamis membutuhkan kewaspadaan dan strategi yang matang dari setiap investor. Harga perak, dengan sejarah volatilitasnya, selalu menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi siapa saja yang tertarik dengan investasi logam mulia. Oleh karena itu, pemantauan ketat terhadap berita ekonomi dan geopolitik menjadi sangat esensial.

Referensi: www.liputan6.com