News

Harga Emas ANTAM Melonjak ke Rp2,86 Juta: Investor Soroti Prospek Logam Mulia 2026

13 January 2026
13:06 WIB
Harga Emas ANTAM Melonjak ke Rp2,86 Juta: Investor Soroti Prospek Logam Mulia 2026
asset.tribunnews.com
Jakarta, 10 Januari 2026 – Pasar komoditas di Indonesia kembali bergejolak seiring dengan lonjakan signifikan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Pada Sabtu, 10 Januari 2026, harga emas ANTAM mencetak rekor baru, menembus angka fantastis Rp2.863.000 per gram. Kenaikan ini menandai tren positif yang berkelanjutan bagi logam mulia, menarik perhatian serius dari para investor dan pelaku pasar. Peningkatan harga ini tidak hanya mencerminkan dinamika pasar global, tetapi juga sentimen investasi domestik yang kuat terhadap aset safe-haven. Fenomena ini sekaligus memperkuat posisi emas sebagai salah satu instrumen investasi paling diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kenaikan harga emas ANTAM kali ini bukan fenomena tunggal, melainkan kelanjutan dari serangkaian peningkatan yang telah terjadi sebelumnya. Dalam beberapa waktu terakhir, emas secara konsisten menunjukkan performa impresif, didorong oleh berbagai faktor fundamental. Kekhawatiran akan inflasi global yang persisten dan ketegangan geopolitik yang belum mereda menjadi pendorong utama investor beralih ke aset yang dianggap aman. Logam kuning ini seringkali menjadi pilihan utama saat kondisi pasar finansial lainnya mengalami turbulensi. Para analis pasar telah memprediksi tren kenaikan ini, melihat emas sebagai lindung nilai yang efektif terhadap gejolak ekonomi.

Harga jual emas batangan ANTAM sebesar Rp2.863.000 per gram pada hari ini menjadi titik acuan penting bagi perdagangan emas. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) juga mengalami penyesuaian yang signifikan, meskipun nilainya tetap berada di bawah harga jual. Perbedaan antara harga jual dan beli kembali ini adalah selisih yang wajar dalam perdagangan emas, mencerminkan margin keuntungan perusahaan dan biaya operasional. Investor yang ingin melakukan transaksi jual beli perlu memperhatikan kedua harga tersebut agar keputusan investasi mereka lebih optimal. Fluktuasi harian harga ini memerlukan pemantauan yang cermat dari para pelaku pasar.

Bagi investor yang telah memiliki emas, kenaikan harga ini tentu membawa keuntungan yang substansial, meningkatkan nilai portofolio mereka secara signifikan. Namun, bagi calon investor, pertanyaan yang muncul adalah apakah ini waktu yang tepat untuk masuk ke pasar emas. Banyak ahli menyarankan untuk mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang saat berhadapan dengan aset seperti emas. Emas tidak hanya dilihat sebagai alat spekulasi jangka pendek, tetapi juga sebagai penyimpan nilai kekayaan lintas generasi. Keputusan investasi yang bijak harus didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap kondisi pasar dan prospek ekonomi ke depan.

Lonjakan harga emas di tingkat nasional ini juga akan berdampak langsung pada dinamika pasar emas di berbagai daerah, termasuk Bengkulu. Masyarakat Bengkulu yang tertarik pada investasi emas ANTAM akan merasakan efek harga yang sama di gerai-gerai resmi atau toko emas lokal yang menjual produk ANTAM. Para pedagang emas di Bengkulu perlu terus memantau pergerakan harga ini untuk menyesuaikan strategi penjualan dan pembelian mereka. Kenaikan harga emas dapat memengaruhi minat masyarakat untuk membeli perhiasan atau memilih investasi emas batangan. Emas ANTAM tetap menjadi pilihan populer di kalangan investor di Bengkulu karena reputasi dan likuiditasnya.

Berbagai faktor ekonomi makro turut berkontribusi terhadap meroketnya harga emas global dan domestik. Kebijakan bank sentral utama dunia terkait suku bunga, khususnya Federal Reserve AS, memiliki pengaruh besar terhadap daya tarik emas. Apabila suku bunga cenderung rendah atau ada indikasi pelonggaran moneter, emas seringkali menjadi lebih menarik karena tidak menawarkan imbal hasil bunga. Selain itu, dinamika nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS juga memainkan peran penting dalam penentuan harga emas lokal. Kondisi pertumbuhan ekonomi nasional dan tingkat kepercayaan investor turut menjadi variabel penentu dalam pergerakan harga logam mulia ini.

Para ekonom dan analis pasar komoditas memperkirakan bahwa prospek emas di tahun 2026 masih akan sangat menarik. Meskipun fluktuasi harga adalah hal yang lumrah, tren kenaikan jangka panjang diperkirakan akan tetap kuat selama ketidakpastian global masih membayangi. Potensi peningkatan permintaan dari bank sentral negara-negara besar untuk diversifikasi cadangan devisa juga bisa menjadi pendorong tambahan bagi harga emas. Namun, investor tetap harus waspada terhadap potensi koreksi harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat perubahan sentimen pasar atau kebijakan moneter. Diversifikasi portofolio investasi tetap menjadi strategi yang disarankan untuk mengurangi risiko.

Dengan harga emas yang terus menanjak dan bahkan menembus rekor baru, fenomena ini menegaskan kembali peran penting emas sebagai aset lindung nilai. Keputusan untuk membeli atau menjual emas harus didasari oleh riset yang mendalam dan pemahaman yang komprehensif tentang kondisi pasar. Para calon investor disarankan untuk mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya dan mempertimbangkan konsultasi dengan perencana keuangan profesional. Investasi emas, meski menawarkan potensi keuntungan besar, juga memiliki risiko yang perlu dikelola dengan bijak. Kewaspadaan dan strategi investasi yang matang akan menjadi kunci keberhasilan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Referensi: bengkulu.tribunnews.com