News

Amran Sulaiman Akui Peran Aksa Mahmud dan Kontribusi KKSS dalam Capaian Kementan di PSBM XXVI

30 March 2026
14:56 WIB
Amran Sulaiman Akui Peran Aksa Mahmud dan Kontribusi KKSS dalam Capaian Kementan di PSBM XXVI
asset.tribunnews.com
Di hadapan sekitar 2.000 saudagar Bugis-Makassar yang berkumpul pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pengakuan yang mendalam. Ia secara lugas menyebutkan H.M. Aksa Mahmud sebagai guru pembimbingnya, sebuah pernyataan yang menyoroti pentingnya peran Aksa Mahmud dalam perjalanan karier Amran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, menekankan nilai-nilai persaudaraan serta saling mendukung antarwarga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Kehadiran ribuan saudagar pada acara bergengsi ini menggarisbawahi kekuatan jaringan dan solidaritas yang terjalin erat dalam komunitas tersebut. Pengakuan ini juga menjadi cerminan dari budaya penghormatan terhadap sesepuh dan tokoh inspiratif dalam masyarakat Sulawesi Selatan.

Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa berbagai pencapaian signifikan yang telah diraih oleh Kementerian Pertanian (Kementan) selama kepemimpinannya tidak dapat dipisahkan dari dukungan penuh seluruh warga KKSS. Ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan komunitas saudagar, khususnya yang tergabung dalam KKSS, telah menjadi pilar utama dalam mewujudkan program-program strategis kementerian. Dukungan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari advokasi kebijakan, mobilisasi sumber daya, hingga implementasi program di lapangan. Kolaborasi erat semacam ini diyakini mampu mengakselerasi pembangunan sektor pertanian nasional demi ketahanan pangan bangsa. Inilah bentuk nyata dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Peran Aksa Mahmud, yang oleh Amran Sulaiman disebut sebagai guru, memang tidak diragukan lagi dalam kancah nasional maupun di komunitas Sulawesi Selatan. Sebagai seorang pengusaha ulung dan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh luas, Aksa Mahmud telah banyak memberikan kontribusi inspiratif. Mentorship yang diberikan Aksa Mahmud kepada Amran Sulaiman, baik secara langsung maupun tidak langsung, telah membentuk visi dan strategi kepemimpinan Amran. Pengakuan ini bukan hanya sekadar pujian, melainkan juga pengakuan atas warisan kebijaksanaan dan pengalaman berharga yang terus ditularkan oleh para sesepuh kepada generasi penerus. Keteladanan Aksa Mahmud dalam membangun bisnis dan berkontribusi kepada masyarakat telah menjadi pelajaran berharga bagi banyak individu.

PSBM XXVI sendiri merupakan forum tahunan yang sangat dinanti oleh para saudagar Bugis-Makassar dari berbagai penjuru. Acara ini menjadi wadah strategis untuk menjalin silaturahmi, memperkuat jaringan bisnis, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif dalam memajukan perekonomian. Keberadaan 2.000 saudagar pada pertemuan ini mencerminkan betapa besarnya potensi ekonomi dan kekuatan jejaring yang dimiliki oleh komunitas KKSS. Diskusi yang terjadi di dalam forum ini seringkali melahirkan inovasi dan kemitraan baru yang berdampak positif bagi pembangunan daerah maupun nasional. Para saudagar memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pikiran mengenai tantangan dan peluang di era globalisasi.

Dalam konteks pencapaian Kementan, dukungan dari KKSS telah terwujud dalam berbagai bentuk konkret. Misalnya, partisipasi aktif saudagar dalam rantai pasok pertanian, investasi di sektor pangan, hingga penyaluran hasil pertanian ke pasar yang lebih luas. Hal ini membantu Kementan dalam mewujudkan program-program seperti peningkatan produksi beras, swasembada pangan, dan modernisasi pertanian. Kolaborasi yang harmonis antara Kementan dan KKSS ini menunjukkan model kerja sama pemerintah dan masyarakat yang efektif. Dengan demikian, target-target pembangunan pertanian yang ambisius dapat dicapai dengan lebih optimal.

Pernyataan Amran Sulaiman di PSBM XXVI ini bukan hanya sekadar ucapan terima kasih, melainkan sebuah penegasan terhadap pentingnya kolaborasi dan sinergi antarlembaga serta antargenerasi. Mengakui peran seorang mentor seperti Aksa Mahmud dan dukungan komunitas sebesar KKSS adalah bentuk penghargaan yang memperkuat ikatan persaudaraan. Ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh komponen bangsa untuk terus bersatu padu dalam membangun masa depan yang lebih baik. Harapannya, semangat kebersamaan ini akan terus membakar jiwa para saudagar untuk berinovasi dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan Indonesia. Semangat ini menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Referensi: makassar.tribunnews.com